Mungkin saat kita baca judul ini, kita akan tersenyum. Dibenak kita akan muncul pertanyaan "Apa itu angin duduk, kok ada angin duduk?" Tahukah anda bahwa, angin duduk itu sangat berbahaya bagi kita. Sering kita mendengar orang meninggal dengan tiba-tiba karena angin duduk. Pada awalnya orang tersebut baik-baik saja, namun tiba-tiba orang tersebut mengeluh kesakitan. Tidak lama setelah mengeluh sakit, si penderita meninggal.
Dalam dunia medis, istilah angin duduk mengarah pada penyakit jantung yang disebut Sindroma Koroner Akut (SKA). SKA merupakan manifestasi utama dari Penyakit Jantung Koroner yang paling sering menyebabkan kematian. Gejala dari angin duduk ini: - Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti: *Rasa ditekan *Rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati. *Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin. - Ada juga yang mengalami kembung seperti masuk angin atau maag. Rasa nyeri(dalam dunia medis gejala ini disebut angina pectoris) yang tibul ini sebenarnya disebabkan oleh penyempitan dari pembuluh jantung (vasokontriksi). Jadi angina pectoris ini bukanlah suatu penyakit melainkan gejala dari penyempitan pembuluh darah di jantung. Mekanismenya, pembuluh darah yang menyempit mengakibatkan adanya sumbatan pada pembuluh ini, jika pembuluh tersumbat maka pembuluh darah akan mengering kemudian jantung akan mati. Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal : a.Adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi. b.sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus). c.Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus. d.Infeksi pada pembuluh darah. Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung. Orang yang memiliki penyakit darah tinggi juga berisiko mengalami angina pectoris. Orang yang cepat naik darah alias cepat emosi juga berpotensi terkena angina pectoris. Ketika marah, otak menjadi panas, napas memburu, jantung pun berdebar, kadang sampai tubuh bergetar, dan darah bergerak cepat. Jika dalam kondisi darah bergerak cepat, sedangkan ada penyumbatan di pembuluh darah, maka darah akan berkumpul di suatu tempat dalam pembuluh darah. Dan jika pembuluh darah yang halus itu tidak kuat menampung banyaknya darah yang datang, maka akan pecah hingga orang yang sedang emosi tadi akan kolaps atau bahkan meregang nyawa. Situasi tersebut juga bisa terjadi jika seseorang bekerja atau berolahraga terlalu keras. Kondisi tersebut akan memicu jantung berdebar dan darah bergerak lebih cepat. Karenanya, hendaknya menyesuaikan dan sadar antara kemampuan diri sendiri dan pekerjaan yang dilakukan. Melalui sebuah jurnalnya, Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof. DR. dr. Teguh Santoso, SpPD, menyarakan agar pasien segera mendapatkan pertolongan tidak lewat dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama. Prof. Teguh mengatakan, satu-satunya pencegahan yang dapat dilakukan hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat antiplatelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau mengantisipasi ketidakseimbangan suplai oksigen dan kebutuhan oksigen ke jantung dengan nitat, betabloker, dan kalsium antagonis. Jadi, Angina merupakan suatu pertanda bahwa ada yang tidak beres dengan jantung anda dan kita diharuskan mengubah kebiasaan hidup kita menjadi lebih sehat. Olahraga teratur dengan intensitas ringan hingga sedang dan menghindari stress adalah hal terbaik dan termurah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit jantung khususnya dan penyakit lainnya pada umumnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar