Blogger templates

About Me

Foto Saya
eo_ao@ymail.com
Lihat profil lengkapku
RSS
hello.... my name Velyn... this is my blog.... i hope this blog can assist you.. thank you to the your visit...

Sekilas tentang "FAAL HATI"

Hati adalah salah satu oragan penting dalah struktur organ tubuh manusia,Hati adalah organ kelenjar terbesar dalam tubuh dan melakukan banyak fungsi penting untuk menjaga tubuh dari racun dan zat-zat berbahaya lainnya. Tanpa hati yang sehat, seseorang tidak dapat bertahan hidup sama halnya seperti jantung. Hati orang dewasa rata-rata beratnya sekitar tiga pon atau hampir 0.5 kg. Terletak di bagian kanan atas rongga perut dan di bawah diafragma, hati terdiri dari dua lobus. Hati menerima sekitar 1,5 liter darah setiap menit melalui arteri hati dan vena. 6 Fungsi Hati Manusia Ada 6 fungsi hati manusia yang sangat berperan penting dalam proses yang mendukung kehidupan manusia, berikut adalah penjelasan rinci mengenai fungsi ini. 1. Fungsi Penyimpanan Hati berfungsi sebagai bagian yang melakukan penyimpanan, Hati menyediakan tempat untuk menyimpan banyak nutrisi penting, vitamin, dan mineral yang diperoleh dari darah melalui sistem portal hepatik. Hati juga menyimpan berbagai vitamin seperti A,D,E,K, dan B12, mineral besi dan untuk memberi zat penting lainnya untuk jaringan tubuh. 2. Fungsi Pencernaan Hati memiliki peran aktif dalam proses pencernaan melalui produksi empedu. Empedu merupakan campuran air, garam empedu, kolesterol, dan pigmen bilirubin. Emulsifikasi lemak oleh empedu adalah untuk membuat gumpalan lemak besar menjadi potongan kecil yang dapat dicerna dengan mudah oleh tubuh manusia. Hati yang rusak juga bisa berdampak pada penyakit ginjal, ciri ciri penyakit ginjal adalah sakit disekitar pinggang. 3. Fungsi Metabolisme Hepatosit hati bertugas dengan banyak pekerjaan metabolik penting yang mendukung sel-sel tubuh. Hati berperan dalam metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein menjadi bahan biologis yang bermanfaat bagi tubuh manusia. 4. Fungsi Detoksifikasi Darah yang melewati hati selama proses pencernaan akan di deteksi untuk mendapati zat beracun dan berbahaya yang terdapat pada makanan. Enzim dalam hepatosit memetabolisme banyak racun seperti alkohol dan obat-obatan dan menjadi metabolit aktif. Untuk menjaga kadar hormon dalam batas homeostatis normal, hati juga memetabolisme dan menghapus hormon sirkulasi yang diproduksi oleh kelenjar tubuh manusia itu sendiri. 5. Fungsi Produksi Hati bertanggung jawab untuk produksi beberapa komponen protein penting dari plasma darah: protrombin, fibrinogen, dan Albumin. Protrombin dan protein fibrinogen merupakan faktor koagulasi yang terlibat dalam pembentukan bekuan darah. Albumin merupakan protein yang menjaga lingkungan isotonik dari darah sehingga sel-sel tubuh tidak mendapatkan atau kehilangan cairan tubuh. 6. Imunitas Fungsi hati sebagai organ sistem kekebalan tubuh melalui fungsi sel-sel Kupffer yang melapisi sinusoid. Sel Kupffer adalah jenis makrofag tetap yang merupakan bagian dari sistem fagosit mononuklear bersama dengan makrofag di limpa dan kelenjar getah bening. Sel Kupffer memiliki peran penting dengan menangkap dan mencerna bakteri, jamur, parasit, sel darah usang, dan puing-puing selular. FAAL HATI : jenis pemeriksaan, cara pengambilan dan pengiriman bahan pemeriksaan, viral hepatitis markers. Tes faal hati (TFH) dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1.Tes faal sintesis A.Kadar ALBUMIN: (bagian dari protein) Gangguan faal sintesis albumin terjadi hipoalbuminemia. Pada proses/penyakit akut keadaan ini kurang nyata, sebaiknya pada penyakit kronis / degeberatif (wasting diseases) sering dijumpai. Tes ini baik untuk prognosis. B.Tes FLOKULASI atau LABILITASI: Misalnya : TTT (Thymol Turbidity Test), ZTT (Zincsulphate TT=Kunkel), Takata Ara, dll. Tes ini mengganbarkan kadar albumin secara tidak langsung. C.ELEKTROFORESIS PROTEIN: (menggunakan medan magnet) Teknik pemeriksaan untuk memisahkan protein menjadi fraksi-fraksi, yaitu : albumin dan globulin (alfa-1, alfa-2, beta, gamma). Pola fraksi protein pada hasil pemeriksaan elektroforesis tersebut, member i informasi tambahan untuk membuat diagnosis banding, misalnya pola sirosis hepatis. D.Aktivitas enzim (Pseudo-) CHOLINESTERASE Aktivitasnya menurun pada kerusakan hepatoseluler, juga pada keracunan organofosfat. Tes ini baik yntuk prognosis E.FAKTOR-FAKTOR KOAGULASI, Tes PT (prothrobin Time) atau nama lain dari masa protrombin plasma (MPP), setelah pemberian vitamin K secara parenteral : Masa protrombin plasma memanjang pada gangguan hepatoseluler dan kolestasis (terhentinya aliran empedu). Pada kolestasis maka pemberian vitamin K parenteral akan memperbaiki PT. sebaiknya pada gangguan hepatoseluler maka pemberian vitamin K tidak akan memperbaiki hasil PT. 2.Tes faal sekresi (terkonyugasi di hati=Dairek) a.Pemeriksaa kadar BILIRUBIN darh yaitu bilirubin total, direk, dan indirek juga bilirubin dan urobilinogen urin dan tinja serta urobilin urin dan sterkobilin tinja. b.Indeks ikterus: (Daurek-Indairek) Prinsip: warna serum dibandingkan dengan warna larutan kalium bikromat, agar kadar bilirubin dapat diperkirakan. Sifat tes ini kasar dan banyak positif palsu. Teknik pemeriksaan sekarang langsung telah umum digunakan. c.Kadar Asam Empedu(bile acids) Asam empedu (AE) berasal dari kolestrol. Asam empedu berikatan dengan asam amino (gliinisin dan taurin) menjadi garam empedu (bile salts). Asam empedu berfungsi mengemulsikan lemak yang berasal dari maksns yang telah berada dalam usus halus. Selain itu, AE brperan mengaktifkan emzim lipase pancreas. Asma empedu direabsorpsi di ileum, mengikuti sirkulasi enterohepatik sebagian besar AE akan diambil oleh sel hati, sebagian kecil masuk ke sirkulasi sisremik (kadar darah puasa <6 mol/L). Tes ini cukup peka untuk kelainan hepatobilier. d.Tes retensi BSP (bromsulfonflalien) Tes ini bersifat infasif karena larutan BSP disuntikkan intravena dan setelah 45 menit barulah dilakukan pungsi vena lalu kadar BSP yang direntensi dalam darah diukur. Normal retensi: <5%. Ada bahaya anafilaksis, selain itu bila ekstravasasi terjadi iritasi jaringan sampai nekrosis. Tes ini digunakan khusus misalnya pada diagnosis Sindoma Dubin Johnson, yaitu ditemukan setelah 45 menit retensi normal atau meningkat ringan, tetapi setelah 2 jam meningkat tinggi karena adanya gangguan ekskresi. 3.Tes faal detoksifikasi a.Kadar amoniak(Ammonia): Amioniak berasal dari perombakan produk nitrogen (protein) oleh bakteri di usus yang diserap dan kemudian diubah menjadi ureum oleh sel hati, lalu dikeluarkan lewat ginjal. Pada kegagalan faal hati kadar amoniak darah meningkat dan dapat menyebabkan koma hepatikum b.Uji asam hipurat: (zat yang tidak dapat diubah) Asam benzoat diberikan per oral atau parenteral akan diubah menjadi asam hipurat di hati dan dikeluarkan lewat ginjal dalam urin. Kadar yang menurun dalam urin menandakan gangguan faal detoksifikasi hati atau faal ginjal. 4.Tes integritas sel hati: Enzim –enzim hepatoseluler terdiri dari enzim sitoplasmik dan enzim mitokondria. Tes ini amat peka pada peningkatan permeabilitas atau kerusakan ringan dinding sel, enzim sitoplasmik seperti ALT (alanin transaminase) atau SGPT (serum glutamate pyruvate transaminase). ALT adalah enzim yang dibuat dalam sel hati (hepatosit), jadi lebih spesifik untuk penyakit hati dibandingkan dengan enzim lain. Biasanya peningkatan ALT terjadi bila ada kerusakan pada selaput sel hati. Setiap jenis peradangan hati dapat menyebabkan peningkatan pada ALT (GPT), LDH5 meningkat aktivitasnya dalam darah. Bila kerusakan lebih berat sampai nekrosis sel maka aktivitas enzim mitokondria yaitu AST/GOT(aspartat transaminase) atau SGOT (serum glutamate oxcaloacetat transaminase)AST adalah enzim mitokondria yang juga ditemukan dalam jantung, ginjal dan otak. Jadi tes ini kurang spesifik penyakit hati.dan GLDH(glutamate dehidrogenase) bersifat unikoluker terletak dalam mitochondria. Enzim ini peka karena itu baik untuk deteksi dini kerusakan sel hati. Cortison dan sulfonil urea dosis terapi dapat menurunkan GLDH. 5.Tes adanya kolestasis: Enzim-enzim kolestasis yaitu ALP (Alkaline Phosphatase) ALP meningkat pada berbagai jenis penyakit hati (sirosis, kanker), tetapi juga dapat terjadi berhubungan dengan penyakit tidak terkait dengan hati. ALP sebetulnya adalah suatu kumpulan enzim serupa, yang dibuat dalam saluran cairan empedu dan selaput dalam hati, tetapi juga ditemukan di banyak jaringan lain. Peningkatan ALP dapat terjadi bila saluran cairan empedu dihambat, LAP, -GT, 5-NT terdapat banyak pada dinding sel hati terutama di sekitar kanalikuli biliaris. Pada kolestasis terutama bila penyebabnya ekstrahepatik, aktivitasnya meningkat nyata (ekskresi, sintesis, regurgitasi). Pada kerusakan hepatoseluler peningkatannya hanya ringan. 6.Tes factor etiologis a.Auto-Antibodi AMA→pada sebagian besar sirosis biliaris primer SMA→pada hepatitis kronis aktif, sirosis biliaris primer ANA→pada hepatitis kronis aktif tipe lupoid b.Alfafetoprotein (AFP) Kadarnya meningkat pada hepatitis akut, hepatitis kronis, sirosis hati, maupun hepatoma. Pada penyembuhan hepatitis kadarnya juga mungkin meningkat ringan. Bila kadarnya terus meningkat terutama bila ≥2000 ng/mL, AFP dapat dianggap diagnostic sebagai penanda tumor (tumor marker) untuk hepatoma. Kadarnya juga meningkat pada tumor embrional, kehamilan. c.Alpha-1-antitrypsin: kdar dalm darah menurun menunjang adanya neonatal hepatitis / cholestasis, juga sirosis hepatis. d.Seruloplasmin: kadar dalam darah menurun menunjang adanya penyakit Wilson dan sirosis hepatis. e.Penanda serologis (SEROMARKER) Virus Hepatitis: Telah dikenal jenis-jenisw virus hepatitis yaitu: virus hepatitis A, B, C, D, E, dll dengan penanda masing-masing : VNA atau HAV (hepetits virus A)→anti-HAV (IgM / IgG) VHD atau HBV → HBsAg, HBeAg, anti-HBs, anti-HBe, anti-HBc (IgM/IgG), HBV-DNA VHB atau HDv → HDAg, anti-HD (IgM/IgG) VHC atau HCv → anti-HCV (total/IgM), HCV-RNA VHE atau HEV → anti-HEV (IgM/IgG) Adanya pertanda hepatitis virus dalam darah penderita. Penderita hepatitis A akut atau baru sembuh dari hepatitis A, ditandai dengan IgM anti HAV yang positif. Sedang IgG anti HAV positif sering ditemukan pada anak atau orang dewasa dari negara berkembang dengan sanitasi lingkungan yang jelek. Ini menandakan penderita pernah terinfeksi virus hepatitis A dimasa lalu. Karena itu prevalensi IgG HAV dapat dipakai sebagai indeks sanitasi lingkungan suatu negara. Sembuh dari infeksi Hepatitis B, ditandai dengan menghilangnya HBsAg dan timbulnya anti HBs. Sedang IgM Anti HBc postif, berarti baru (recent) terinfeksi dengan hepatitis B. Hepatitis B yang menahun. 1.Hepatitis kronis fase replikatip/toleran. Ditandai dengan HBsAg+, HbeAg+, HBVDNA+ ( kuantitatif dapat >105 copy/ml). Tapi Faal hatinya normal. 2.Hepatitis kronis reaktif aktif (necro-inflamatory stage). Ditandai dengan HBsAg+, HBeAg+, HBVDNA+ (kuantitatif dapat >105 copy/ml). Tapi Faal hati nya Abnormal, terutama SGOT/PT tinggi (>3X nilai normal), albumin/globulin biasanya masih normal, bilirubin dapat menigkat sedikit (< dari 3 mg%) 3.Hepatitis khronis B mutant. Disini HBsAg+, HBeAg negatif, tetapi anti HBe+, dan HBV DNA+. Liver fungsinya terganggu. Biasanya penderita ini, mempunyai penyakit hati yang lebih berat. 4.Hepatitis inaktif/integratif. HBsAg+, Anti HBe+, HBV DNA negatif atau dibawah < 103 copy/ml dan faal hatinya normal. 5.Sirosis hati B, rasio albumin/globulin terbalik, Bilirubin meningkat (< dari 5 mg%), SGOT> SGPT, biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4 kali normal, tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal. HBsAg+, HBeAg/anti HBe dapat positif. HBV-DNA seringnya sudah negatif. Hepatitis C 1. Sembuh dari hepatitis C, ditandai dengan anti HCV+, HCV-RNA – (negatif), faal hati yang normal. 2. Hepatitis C kronik, ditandai dengan Anti HCV+, HCV-RNA +, faal hati sebagian terbesar terganggu, tapi bisa normal pada sebagian kecil penderita. 3. Sirosis hati C, rasio albumin/globulin terbalik, Bilirubin meningkat( < dari 5mg%), SGOT > SGPT, biasanya meningkat sekitar 2 s/d 4 kali normal, tapi pada yang sirosis berat SGOT/SGPT dapat normal. Anti HCV dan HCV-RNA positif. Genotype hepatitis. Pada hepatitis B ada 8 genotipe dan diberi nama abjad A sampai dengan H. Di Indonesia terutama genotipe B dan C. Hepatitis C ada 6 genotipe dan diberi nama angka 1 sampai 6. Dalam satu genotipe ada dibagi lagi menjadi sub-genotipe dan tambahan huruf kecil dari a sampai c. Di Indonesia yang terbanyak adalah genotipe 1b. (> 65%) Petanda hepatitis virus secara kuantitatif dan kualitatif. 1. Hepatitis B. Pemeriksaan kualitatif selalu lebih sensitif dari pada pemeriksaan kuantitatif. Cara pemeriksaan kuantitiatif hepatitis B dikerjakan dengan bermacam cara dan tiap cara mempunyai sensitivitas tertentu dan juga pelaporannya dapat memakai satuan tertentu. Lihat tabel 5. Hasil kuantitiatif hepatitis B diatas 105 copy/ml dianggap batas untuk diobati. 2. Hepatitis C. Juga pemeriksaan kualitatif lebih sensitif dari kuantitatif. Ada bermacam cara pemeriksaan kuantiatif HCV dan mempunyai rentang sensitivitas yang berbeda. Hasil kuantitatif dari 1 cara pemeriksaan kuantitatif HCV, tidak dapat disamakan hasilnya dengan pemeriksaan HCV dengan cara yang lain. Penyebab: Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat-obatan. Jenis Virus Hepatitis : Virus hepatitis A. Virus hepatitis A terutama menyebar melalui tinja. Penyebaran ini terjadi akibat buruknya tingkat kebersihan. Di negara-negara berkembang sering terjadi wabah yang penyebarannya terjadi melalui air dan makanan. Virus hepatitis B. Penularannya tidak semudah virus hepatitis A. Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi diantara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama, atau diantara mitra seksual (baik heteroseksual maupun pria homoseksual). Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Hepatitis B bisa ditularkan oleh orang sehat yang membawa virus hepatitis B. Di daerah Timur Jauh dan Afrika, beberapa kasus hepatitis B berkembang menjadi hepatitis menahun, sirosis dan kanker hati. Virus hepatitis C. Menyebabkan minimal 80% kasus hepatitis akibat transfusi darah. Virus hepatitis C ini paling sering ditularkan melalui pemakai obat yang menggunakan jarum bersama-sama. Jarang terjadi penularan melalui hubungan seksual. Untuk alasan yang masih belum jelas, penderita "penyakit hati alkoholik" seringkali menderita hepatitis C. Virus hepatitis D. Hanya terjadi sebagai rekan-infeksi dari virus hepatitis B dan virus hepatitis D ini menyebabkan infeksi hepatitis B menjadi lebih berat. Yang memiliki risiko tinggi terhadap virus ini adalah pecandu obat. Virus hepatitis E. Virus hepatitis E kadang menyebabkan wabah yang menyerupai hepatitis A, yang hanya terjadi di negara-negara terbelakang. Virus hepatitis G. Jenis baru dari virus hepatitis yang telah terdeteksi baru-baru ini. Virus-virus lain yang dapat menyebabkan hepatitis : 1.Virus Mumps 2.Virus Rubella 3.Virus Cytomegalovirus 4.Virus Epstein-Barr 5.Virus Herpes Hepatitis adalah peradangan hati karena berbagai sebab. Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan disebut hepatitis akut, hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan disebut hepatitis kronis. PENYEBAB Hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus.Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol dan obat- Pemeriksaan untuk hepatitis akut : Enzim GOT, GPT Penanda hepatitis A (Anti HAV IgM) Penanda hepatitis B (HBsAg, Anti HBc IgM) Penanda hepatitis C (Anti HCV, HCV RNA) Penanda hepatitis E (Anti HEV IgM) Pemeriksaan untuk hepatitis kronis : Enzim GOT, GPT Penanda hepatitis B (HBsAg, HBe, Anti HBc, Anti HBe, HBV DNA) Penanda hepatitis C (Anti HCV, HCV RNA) Penanda imunitas : -Anti HAV, -Anti HBsAg

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

"KETENGIKAN MINYAK"

Lemak dan minyak adalah bahan-bahan yang tidak larut dalam air yang berasal dari tumbuh tumbuhan dan hewan. Lemak dan minyak yang digunakan dalam makanan sebagian besar adalah trigliserida yang merupakan ester dari gliserol dan berbagai asam lemak. Lemak dan minyak terdapat pada hampir semua bahan pangan dengan kandungan yang berbeda-beda. Tetapi lemak dan minyak sering kali ditambahkan dengan sengaja ke bahan makanan dengan berbagai tujuan. Dalam pengolahan bahan pangan, minyak dan lemak berfungsi sebagai media penghantar panas, juga untuk menambah kalori serta memperbaiki tekstur dan cita rasa bahan pangan. Bahan pangan seperti daging, ikan, telur, susu, apokat, kacang tanah, dan beberapa jenis sayuran mengandung lemak atau minyak yang biasanya termakan bersama bahan tersebut. Lemak dan minyak tersebut dikenal sebagai lemak tersembunyi (invisible fat). Sedang lemak atau minyak yang telah diekstraksi dari ternak atau bahan nabati dan dimurnikan dikenal sebagai lemak minyak biasa atau lemak kasat mata (visible fat) Pada lemak dan minyak dikenal kerusakan yang utama, yaitu ketengikan. Ketengikan terjadi bila komponen cita-rasa dan bau mudah menguap terbentuk sebagai akibat kerusakan oksidatif dari lemak dan minyak yang tak jenuh. Komponen-komponen ini menyebabkan bau dan cita-rasa yang tidak dinginkan dalam lemak dan minyak dan produk-produk yang mengandung lemak dan minyak itu. Penyebab ketengikan padaminyak dibagi atas tiga golongan, yaitu: 1. Oxidative rancidity (ketengikan oleh oksidasi), 2. Enzymatic rancidity (ketengikan oleh enzim), 3. Hydrolytic rancidity (ketengikan oleh proses hidrolisis) Ketengikan oleh oksidasi terjadi karena proses oksidasi oleh oksigen udara terhadap asam lemak tidak jenuh dalam minyak. Pada suhu kamar sampai suhu 100o C, setiap satu ikatan tidak jenuh dapat mengabsorbsi dua atom oksigen sehingga terbentuk dua persenyawaan peroksida yang bersifat labil. Pembentukan peroksida ini dipercepat dengan adanya cahaya, suasana asam, kelembaban,udara dan katalis. Ketengikan oleh proses hidrolisis disebabkan oleh hasil hidrolisis minyak yang mengandung asam lemak jenuh berantai pendek. Ketengikan enzimatis disebabkan oleh aktivitas organisme yang menghasilkan enzim tertentu yang dapat menguraikan trigliserid menjadi asam lemak bebas dan gliserol. Enzim peroksidase dapat mengoksidasi asam lemak tidak jenuh sehingga terbentuk peroksida. Berbagai jenis minyak atau lemak akan mengalami perubahan flavor dan bau sebelum terjadi proses ketengikan. Hal ini dikenal sebagai reversion. Beberapa penyelidik berpendapat bahwa hal ini khas pada minyak atau lemak. Reversion terutama dijumpai dalam lemak dipasar dan pada pemanggangan atau penggorengan dengan menggunakan temperatur yang terlalu tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan dari reversion ini adalah : suhu, cahaya atau penyinaran, ada tidaknya oksigen, dan adanya logam-logam yang bersifat sebagai katalisator pada proses oksidasi..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bahan Tambahan Makanan "Pengawet Makanan"

Bahan pengawet makanan adalah bahan yang ditambahkan pada makanan untuk mencegah atau menghambat menjadi rusak atau busuknya makanan. Tujuan dari pada penggunaan bahan pengawet makanan adalah untuk memelihara kesegaran dan mencegah kerusakan makanan atau bahan makanan. Pengawet yang diizinkan menurut Permenkes No.722/1988 adalah : Asam Benzoat, Asam Propionat. Asam Sorbat, Belerang Dioksida, Etil p-Hidroksi Benzoat, Kalium Benzoat, Kalium Bisulfit, Kalium Meta Bisulfit, Kalium Nitrat, Kalium Nitrit, Kalium Propionat, Kalium Sulfit, Kalsium Benzoit, Kalsium Propionat, Kalsium Sorbat, Natrium Benzoat, Metil-p-hidroksi Benzoit, Natrium Bisulfit, Natrium Metabisulfit, Natrium Nitrat, Natrium Nitrit, Natrium propionat, Natrium Sulfit, Nisin dan Propil-p-hidroksi-benzoit. Daftar pengawet yang aman beserta takaran maksimum yang digunakan : 1.Asam Benzoat : jumlah maksimum digunakan adalah = 1 g/kg 2.Natrium Benzoat : jumlah maksimum digunakan adalah = 1 g/kg 3.Belerang Oksida : jumlah maksimum digunakan adalah = 500 mg/kg 4.Asam Propionat : jumlah maksimum digunakan adalah = 2 g/kg (roti) dan 3 g/kg (keju olahan) *Asam benzoat Asam benzoat, C7H6O2 (atau C6H5COOH), adalah padatan kristal berwarna putih dan merupakan asam karboksilat aromatik yang paling sederhana. Bahan pengawet benzoat banyak digunakan sebagai pengawet salah satunya digunakan pada minuman soft drink. Meski kandungan bahan pengawet tersebut umumnya tidak terlalu besar, akan tetapi jika dikonsumsi secara terus-menerus tentu akan berakumulasi dan menimbulkan efek terhadap kesehatan. Dampak lain dari bahan pengawet minuman adalah kanker, dikonsumsi secara berlebihan dapat timbul efek samping berupa edema (bengkak) yang dapat terjadi karena retensi atau tertahannya cairan di dalam tubuh. Bisa juga naiknya tekanan darah sebagai akibat bertambahnya volume plasma lantaran pengikatan air oleh natrium. Jumlah maksimum asam benzoat yang boleh digunakan adalah 1000 ppm atau 1 gram per kg bahan (permenkes No 722/Menkes/per/1X/1988). Pembatasan penggunaan asam benzoat ini bertujuan agar tidak terjadi keracunan. Pada manusia, dosis racun adalah 6 mg/kg berat badan melalui injeksi kulit tetapi pemasukan melalui mulut sebanyak 5 sampai 10 mg/hari selama beberapa hari tidak mempunyai efek negatif terhadap kesehatan. Identifikasi Bahaya: Terhirup: Sakit tenggorokan, Kontak dengan kulit: Iritasi ringan, ruam, Kontak dengan mata: Iritasi, Tertelan: Sakit tenggorokan, mual, muntah, sakit perut. *Asam salisilat Asam salisilat (C7H6O3) merupakan asam yang bersifat iritan lokal, yang dapat digunakan secara topikal. Asam salisilat bebas hanya memiliki efek antipiretik dan analgetik yang rendah. Karena timbulnya ransangan pada mukosa lambung akibat diperlukannya dosis tinggi, maka asam salisilat hanya dipergunakan dalam bentuk garamnya. Turunannya yang terpenting adalah asam asetil salisilat yang aktivitas analgetik, antipiretik tetapi juga antiflogistiknya besar. Asam salisilat dapat diperoleh menurut cara Kolbe-Schmitt dengan hasil hampir kuantitatif melalui reaksi natrium fenolat dan karbondioksida pada 1250C dan 4-7 bar dan kemudian dihidrlolisis. Asam asetilsalisilat diperoleh dengan cara asetilasi asam salisilat dengan katalisis proton. Salisilat termasuk dalamgolongan obat anti inflamasi nonsteroid ( AINS).Mekanisme kerja adalahmenghambat sintesis Prostaglan-din dengan menghambat kerjaenzim siklooksigenase padapusat termoregulator dihipothalamus dan perifer.Salisilat sudah digunakan lebihdari 100 tahun. Salisilat digunakan sebagai analgetik,antipiretik, anti inflamasi, antifungi. Daftar pustaka: http://health.okezone.com/read/2012/06/01/486/639994/10-bahan-pengawet-zat-adiktif-wajib-dihindari-ii-habis http://sukolaras.wordpress.com/2008/10/06/bahan-pengawet-makanan/ http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_benzoat http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-lingkungan/zat-aditif/asam-benzoat/ http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Benzoic_acid.svg http://www.pom.go.id/katker/doc/Asam%20benzoat.htm http://breakthrough-ilmupangan.blogspot.com/2009/04/analisa-natrium-benzoat-pada-produk.html http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_salisilat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Waspadai "ANGIN DUDUK"

Mungkin saat kita baca judul ini, kita akan tersenyum. Dibenak kita akan muncul pertanyaan "Apa itu angin duduk, kok ada angin duduk?" Tahukah anda bahwa, angin duduk itu sangat berbahaya bagi kita. Sering kita mendengar orang meninggal dengan tiba-tiba karena angin duduk. Pada awalnya orang tersebut baik-baik saja, namun tiba-tiba orang tersebut mengeluh kesakitan. Tidak lama setelah mengeluh sakit, si penderita meninggal.

Dalam dunia medis, istilah angin duduk mengarah pada penyakit jantung yang disebut Sindroma Koroner Akut (SKA). SKA merupakan manifestasi utama dari Penyakit Jantung Koroner yang paling sering menyebabkan kematian. Gejala dari angin duduk ini: - Muncul keluhan nyeri ditengah dada, seperti: *Rasa ditekan *Rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan, serta ulu hati. *Rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin. - Ada juga yang mengalami kembung seperti masuk angin atau maag. Rasa nyeri(dalam dunia medis gejala ini disebut angina pectoris) yang tibul ini sebenarnya disebabkan oleh penyempitan dari pembuluh jantung (vasokontriksi). Jadi angina pectoris ini bukanlah suatu penyakit melainkan gejala dari penyempitan pembuluh darah di jantung. Mekanismenya, pembuluh darah yang menyempit mengakibatkan adanya sumbatan pada pembuluh ini, jika pembuluh tersumbat maka pembuluh darah akan mengering kemudian jantung akan mati.
Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal : a.Adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat konsumsi kolesterol tinggi. b.sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus). c.Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus menerus. d.Infeksi pada pembuluh darah. Penyempitan itu, lanjutnya lagi, mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung. Orang yang memiliki penyakit darah tinggi juga berisiko mengalami angina pectoris. Orang yang cepat naik darah alias cepat emosi juga berpotensi terkena angina pectoris. Ketika marah, otak menjadi panas, napas memburu, jantung pun berdebar, kadang sampai tubuh bergetar, dan darah bergerak cepat. Jika dalam kondisi darah bergerak cepat, sedangkan ada penyumbatan di pembuluh darah, maka darah akan berkumpul di suatu tempat dalam pembuluh darah. Dan jika pembuluh darah yang halus itu tidak kuat menampung banyaknya darah yang datang, maka akan pecah hingga orang yang sedang emosi tadi akan kolaps atau bahkan meregang nyawa. Situasi tersebut juga bisa terjadi jika seseorang bekerja atau berolahraga terlalu keras. Kondisi tersebut akan memicu jantung berdebar dan darah bergerak lebih cepat. Karenanya, hendaknya menyesuaikan dan sadar antara kemampuan diri sendiri dan pekerjaan yang dilakukan. Melalui sebuah jurnalnya, Guru Besar Bidang Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof. DR. dr. Teguh Santoso, SpPD, menyarakan agar pasien segera mendapatkan pertolongan tidak lewat dari 15 menit setelah serangan nyeri pertama. Prof. Teguh mengatakan, satu-satunya pencegahan yang dapat dilakukan hanyalah melonggarkan sumbatan yang terjadi, yaitu dengan memberikan obat antiplatelet (sel pembeku darah) dan anti koagulan. Atau mengantisipasi ketidakseimbangan suplai oksigen dan kebutuhan oksigen ke jantung dengan nitat, betabloker, dan kalsium antagonis. Jadi, Angina merupakan suatu pertanda bahwa ada yang tidak beres dengan jantung anda dan kita diharuskan mengubah kebiasaan hidup kita menjadi lebih sehat. Olahraga teratur dengan intensitas ringan hingga sedang dan menghindari stress adalah hal terbaik dan termurah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit jantung khususnya dan penyakit lainnya pada umumnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

"Penentuan Kadar Protein"

Protein merupakan salah satu kelompok bahan makronutrien. Tidak seperti bahanmakronuttrien lain (lemak dan karbohidrat), protein ini berperan lebih penting dalam pembentukan biomolekul daripada sebagai sumber energi. Keistimewaan lain dari protein ini adalah strukturnya yang mengandung N, disamping C,H, dan O. Dengan demikian maka salah satu cara terpenting yang cukup spesifik untuk menentukan jumlah-jumlah protein secara kuantitatif adalah dengan penentuankandungan N yang ada dalam bahan makanan atau bahan lain. Protein mempunyai molekul besar dengan bobot molekul bervariasi antara 5.000 sampai jutaan. Dengan cara yang dinamakanhidrolisis oleh asam atau oleh enzim,protein akan menghasilkan asam-asamamino. Karena molekulnya yang lebih besar, maka protein mudah sekali mengalami perubahan bentuk fisik ataupun aktivitas biologisnya. Banyak agensia yang dapat menyebabkan perubahan sifat alamiah protein, misalnya panas, asam, basa, solven organic, garam, logam berat, radiasi sinar radioaktif. Perubahansifat fisk yang mudah diamati adalah terjadinya penjedalan (menjadi tidak larut) atau pemadatan. Penentuan kadar protein dapat dilakukan dengan berbagai metode yangmana bergantung dari jenis sample dan ketersediaan alat serta bahan. Metode yang umum digunakan adalah metode Kjeldahl, Lowry dan Biuret (Patong, 2007). *METODE KJELDAHL
Metode ini merupakan metode sederhana dalam penentuan nitrogen total dalam asam amino, protein dan senyawa yang mengandung nitrogen. Prinsipnya adalah penentuan jumlah Nitrogen (N) yang dikandung oleh suatu bahandengan cara mendegradasi protein bahan organik dengan menggunakan asam sulfat pekat untuk menghasilkan nitrogen sebagai amonia, kemudian menghitung jumlah nitrogen yang terlepassebagai amonia lalu mengkonversikan ke dalam kadar protein dengan mengalikannya dengankonstanta tertentu. Analisa proteindengan metode Mikrokjeldahl pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu: 1. Proses destruksi Pada tahap ini, sampel dipanaskan dalam asam sulfat pekat sehingga terjadi peruraian sampel menjadi unsur-unsur, unsur-unsur tersebut adalah C,H,O,N,S dan P, sehingga teroksidasi menjadi CO, H2O, CO2, dan N menjadi (NH4)2SO4.Untuk mempercepat proses destruksi sering ditambahkan katalisator berupa campuran Na2SO4 dan HgO (20:1). Gunning menganjurkan menggunakan K2SO4 atau CuSO4. Dengan penambahan katalisator tersebut titk didih asam sulfat akan dipertinggi sehingga destruksi berjalan lebih cepat. Selain katalisator yang telah disebutkan tadi, kadang-kadang juga diberikan Selenium. Selenium dapat mempercepat proses oksidasi karena zat tersebut selain menaikkan titik didih juga mudah mengadakan perubahan dari valensi tinggi ke valensi rendah atau sebaliknya. 2. Proses destilasi Pada tahap ini, amonium sulfat dipecah menjadi amonia (NH3) dengan penambahan NaOH sampai alkalis dan dipanaskan.Sifat NaOH yang apabila ditambah aquadest menghasilkan panas, meski energinya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan pemasan dari alat kjeltec ikut memberikan masukan energi pada proses destilasi. Ammonia yang dibebaskan selanjutnya akan ditangkap oleh asam khlorida atau asam borat 4 % dalam jumlah yang berlebihan. Agar supaya kontak antara asam dan ammonia lebih baik maka diusahakan ujung tabung destilasi tercelup sedalam mungkin dalam asam. Untuk mengetahui asam dalam keadaan berlebihan maka diberi indikator misalnya BCG + MR atau PP. 3. Proses titrasi Titrasi merupakan tahap terakhir dari seluruh metode Kjeldahl pada penentuan kadar protein pada bahan pangan yang dianalisis. Dengan mwlakukan titrasi dapat diketahui banyaknya asam borat yang bereaksi dengan amonia. Apabila penampung destilat digunakan asam khlorida maka sisa asam khorida yang bereaksi dengan ammonia dititrasi dengan NaOH standar (0,1 N). Akhir titrasi ditandai dengan tepat perubahan warna larutan menjadi merah muda dan tidak hilang selama 30 detik bila menggunakan indikator PP. Kandungan nitrogen kemudian dapat dihitung sebagai berikut: %N = ((ml NaOH blanko – ml NaOH sampel):gram bahan x1000) × N. NaOH × 14,008 × 100% Apabila penampung destilasi digunakan asam borat maka banyaknya asam borat yang bereaksi dengan ammonia dapat diketahui dengan titrasi menggunakan asam khlorida 0,1 N dengan indikator (BCG + MR). Akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna larutan dari biru menjadi merah muda. Kandungan nitrogen kemudian dapat dihitung sebagai berikut: %N = ((ml NaOH blanko – ml NaOH sampel):gram bahan x1000) × N. HCl × 14,008 × 100%

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lemak Soxhlet

Lemak merupakan bagian dari lipid yang mengandung asam lemak jenuh bersifat padat. Cirikhas dari golongan lipid adalah daya larutnya dalam pelarut organik (misalnya eter, benzen, kloroform (CHCl3)) atau sebaliknya tidak larut dalam pelarut air. Lemak dapat larut dalam pelarut tersebut karena lemak mempunyai polaritas yang sama dengan pelarut (Herlina 2002). Secara umum, lemak diartikan sebagai trigliserida yang dalam kondisi suhu ruang berada dalam keadaan padat. Terdapat dua jenis asam lemak, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Sifat-sifat dari lemak dapat diidentifikasi dengan beberapa metode Terdapat dua metode untuk mengekstraksi lemak yaitu metode ekstraksi kering dan metode ekstraksi basah. Metode kering pada ekstraksi lemak mempunyai prinsip bahwa mengeluarkan lemak dan zat yang terlarut dalam lemak tersebut dari sampel yang telah kering benar dengan menggunakan pelarut anhydrous. Keuntungan dari dari metode kering ini, praktikum menjadi amat sederhana, bersifat universal dan mempunyai ketepatan yang baik. Kelemahannya metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama, pelarut yang digunakan mudah terbakar dan adanya zat lain yang ikut terekstrak sebagai lemak. Pada praktikum penetapan kadar lemak ini digunakan metode ekstraksi kering yaitu metode Soxhlet. Soxhlet merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk mengekstrak suatu bahan dengan pelarutan yang berulang-ulang dengan pelarut yang sesuai. Sampel yang akan diekstraksi ditempatkan dalam suatu timbel yang permeabel terhadap pelarut dan diletakkan di atas tabung destilasi, dididihkan dan dikondensaasikan di atas sampel. Kondesat akan jatuh ke dalam timbel dan merendam sampel dan diakumulasi sekeliling timbel. Setelah sampai batas tertentu, pelarut akan kembali masuk ke dalam tabung destilasi secara otomastis. Proses ini berulang terus dengan sendirinya di dalam alat terutama dalam peralatan Soxhlet yang digunakan untuk ekstraksi lipida (Wirakusumah 2007).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

tugas amami

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gula Pereduksi

Gula reduksi merupakan golongan gula (karbohidrat) yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi senyawa-senyawa penerima electron. Hal ini dikarenakan adanya gugus aldehid atau keton bebas dalam molekul karbohidrat Sifat ini tampak pada reaksi reduksi ion-ion logam misalnya ion Cu ++dan ion Ag+ yang terdapat pada pereaksi- pereaksi tertentu. Gula reduksi dapat mereduksi ion logam karena mempunyai gugus aldehida atau keton yang dapat menarik kembali O2 dari logam basa, sehingga logam basa akan tereduksi dan mengendap sebagai Cu2O. Ujung dari suatu gula pereduksi adalah ujung yang mengandung gugus aldehida atau keto bebas. Adapun senyawa-senyawa gula reduksi adalah glukosa dan fruktosa. Semua monosakarida(glukosa, fruktosa,galaktosa) dan disakarida(laktosa,maltosa) termasuk sebagai gula pereduksi, kecuali sukrosa dan pati( polisakarida). Umumnya gula pereduksi yang dihasilkan berhubungan erat dengan aktifitas enzim, dimana semakin tinggi aktifitas enzim maka semakin tinggi pula gula pereduksi yang dihasilkan. a.Glukosa Glukosa merupakan salah satu monosakarida yang terpenting,kadang-kadang disebut gula darah (karena dijumpai di dalam darah), gulaanggur (karena dijumpai dalam buah anggur), atau dekstrosa (karenamemutar bidang polarisasi ke kanan).Di dalam molase terdapat glukosa sekitar 14%. Sifat fisik dan kimia dari glukosa : 1.Nama senyawa : Glukosa (d-)(α-) 2.Rumus molekul : C5H11O5.CHO 3.Massa molekul : 180.16 4.Bentuk dan warna : rhombik 5.Densitas : 1.54 gr/cm3 6.Titik leleh : 146°C b.Fruktosa Fruktosa merupakan monosakarida sederhana yang banyak terdapat didalam makanan dan merupakan isomer dari glukosa.Fruktosa berwarna putih dan mudah larut dalam air. Fruktosa juga sulit dikristalisasi dalam bentuk larutan. Didalam molase terdapat fruktosa sekitar 16%. Sifat fisik dan kimia dari fruktosa : 1.Rumus molekul : C6H12O6 2.Massa molekul : 180.16 3.Titik leleh : 103°C 4.Warna : putih Fruktosa juga dapat bertindak sebagai gula pereduksi, meskipun memiliki kelompok keton bukan kelompok aldehida. Dalam kondisi dasar, molekul fruktosa dapat memiliki lokasi ikatan karbonil beralih untuk mengkonversi mereka menjadi molekul glukosa. Hal ini terjadi pada sejumlah langkah yang melibatkan hilangnya hidrogen dari # 1-C dan oksigen dan memindahkan mereka ke # 2-C dan oksigen. Ciri-ciri dari gula reduksi: 1.Umumnya gula-gula pereduksi memilki struktur hemiasetal atau hemiketal. 2.Aadanya gugus aldehid atau keton bebas dalam molekul karbohidrat, Daftar pustaka: M.A.K. 2002. Dasar - Dasar Ilmu Gizi. UMM Press: Malang. Lehninger, Albert. 1982. Dasar-Dasar Biokimia. Erlangga: Jakarta. Team Laboratorium Kimia UMM,2008.Penuntun Peaktikum Biokimia Biologi.Laboratorium Kimia UMM:Malang http://www.scribd.com/doc/78376396/15/Gula-Reduksi http://id.wikipedia.org/wiki/Gula_pereduksi http://frequencia89.blogspot.com/2010/12/apa-yang-disebut-dengan-gula-reduksi.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda dengan tubuh beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki. Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut). Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama tempat yang banyak mengandung sampah, misal kebun dan di bawah batu-batuan. A. Ciri-Ciri Myriapoda 1). Struktur dan Fungsi Tubuh Tubuh terdiri atas kepala (cephalo) dan perut (abdomen) tanpa dada (toraks), dan beruas-ruas, terdiri atas ± 10 hingga 200 segmen. Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus). Penambahan jumlah segmen terjadi pada tiap pergantian kulit. Alat gerak pada kelompok hewan Chilopoda adalah satu pasang kaki di tiap segmen perut kaki, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang kaki pada tiap segmen perut, kecuali segmen terakhirnya. Eksoskeleton terdiri dari kulit keras dari zat kitin yang berfungsi melindungi alat-alat dalam, tempat melekatnya otot dan memberi bentuk tubuh. Zat kitin tidak larut dalam air, alkohol, alkalis, asam maupun getah pencernaan hewan lain. Kulit kitin yang tipis terletak pada perbatasan antara dua segmen, yaitu di bawah kulit kitin yang tebal. Dengan adanya kulit kitin yang tipis inilah maka hewan ini dapat bergerak leluasa. Kulit kitin ini mengalami eksdisis. 2). Sistem Organ Myriapoda *Sistem pencernaan :Saluran pencernaannya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen pertama, sedangkan Diplopoda bersifat herbivor, pemakan sampah dan daun-daunan. *Sistem respirasi :Organ pernapasan berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas, kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya. *Sistem peredaran darah :Sistem peredaran darahnya bersifat terbuka. Organ transportasiberupa jantung yang panjang dan terletak memanjang di bagian punggung tubuh. Pada Chilopoda terdapat sepasang ostium di tiap segmen, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang ostium di tiap segmen. Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan hemosianin yang larut dalam plasma. Dari jantung darah dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen, dan kembali ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang mengambil bagian dalam peredaran darah). *Sistem ekskresi :Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh Malpighi yang bertugas mengeluarkan cairan yang mengandung unsur Nitrogen (N). *Sistem syaraf :Sistem syarafnya disebut syaraf tangga tali dengan alat penerima rangsang berupa satu pasang mata tunggal dan satu pasang antena sebagai alat peraba. *Sistem reproduksi :Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilisasi internal). Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar. B. Klasifikasi Myriapoda Dalam penggolongannya Myriapoda merupakan gabungan dari dua subkelas, yakni: a. Sub Kelas Chilopoda (Centipedes) b. Sub Kelas Diplopoda (Milipedes) a. Kelas Chilopoda (Centipedes)

Contoh: kelabang : Lithobius forticatus dan Scolopendra morsitans. Ciri-cirinya : Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15 –173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora. Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi. Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas. Habitat (tempat hidup) di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut Centipede. b. Kelas Diplopoda(Milipedes)
Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis) Ciri-cirinya Diplopoda: Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi. Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal. Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk. Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang. Alat respirasi dua buah saluran Malpighi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apa sich DIABETES MILITUS itu????

Diabetes militus atau yang sering disebut sebagai kencing manis adalah suatu penyakit atau gangguan kesehatan yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. Tingginya kadar gula karena kurang maksimalnya pemanfaatan gula oleh tubuh sebagai sumber energi karena kurangnya hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas atau tidak berfungsinya hormon insulin dalam menyerap gula secara maksimal oleh sebab itu penyakit ini juga biasa disebut atau didefinisikan sebagai penyakit gula darah Penyakit diabetes melitus yang biasa dikenal dengan kencing manis ataupun penyakit gula ini dapat dibedakan menjadi 3 bagiany yaitu : Diabetes Melitus Tipe 1 Diabetes Melitus Tipe 2 Gestational Diabetes Mellitus Pada orang normal, karbohidrat yang berupa makanan yang mengandung zat tepung ketika dikonsumsi akan diubah menjadi glukosa dalam saluran pencernaan, dengan bantuan insulin Glukosa ini kemudian akan dibawa oleh darah keseluruh tubuh dan masuk kedalam sel untuk dimanfaatkan sebagai energi. Pada penderita diabetes mellitus gula tidak dapat atau sukar masuk ke dalam sel. hal ini disebabkan karena kelenjar pankreas memproduksi insulin kurang dari yang dibutuhkan atau bisa juga disebabkan karena aktivitas reseptor insulin menurun sehingga sel tidak dapat memberikan respon yang baik terhadap insulin walaupun insulinnya berkecukupan sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat. Nah, terus bagaimanakan kita dapat mengenali diabetes?? Berikut beberapa gejala dari diabetes militus: Sering buang air kecil. Air seni/air kencing orang yang menderita diabetes biasanya dikerumuni semut karena kadar gulanya tinggi. Ganguan ini disebabkan karena hormon insulin dalam darah sedikit atau pada penderita diabetes tipe I tidak ada sehingga ginjal tidak dapat menyaring gula dalam darah jadi gula tersebut keluar bersama air seni. Mudah haus sehingga banyak minum. Karena sering buang air kecil jadi kita juga gampang haus. Sering kali karena mudah haus air minumnya adalah air dingin (dari kulkas/dengan es) dan sebagian besar orang Indonesia bila minum air dingin/dengan es lebih senang juga menggunakan sirup. Di mana sirup notabene manis. Mudah lapar. Karena apabila lapar kita makan nasi. Terlalu banyak makan akan dapat menaikkan kadar gula karena didalam karbohidrat yang ada pada nasi mengandung glukosa (gula). Tanda penting lainnya yang perlu dicermati adalah apabila penderita diabetes mendapat luka ditubuh cenderung membutuhkan waktu lama dalam penyembuhannya. Selain itu ada pula tanda berupa Letih dan lesu. Kondisi ini disebabkan karena produksi gula dalam darah terhambat, sehingga pembuatan energi menjadi ikut terganggu. Pandangan kabur atau tidak jelas juga bisa jadi merupakan gejala diabetes melitus yang perlu diwaspadai. Sering kesemutan, gejala ini disebut neuropati. Hal ini karena kandungan gula dalam darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan system saraf. Dapat juga terjadi penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. GEJALA KLINIS yang dialami oleh penderita diabetes dapat diketahui melalui pemeriksaan di laboratorium. Pemeriksaan pertama adalah pemeriksaan kadar gula darah. Pada prosesnya pengambilan darah untuk pengecekan ini dilakukan dua kali atau dalam dua kondisi yaitu setelah puasa (8 jam tidak menerima asupan gula baik melalui makanan atau minuman) dan kondisi biasa (tidak puasa atau minimal 2 jam setelah makan). Pada kedua pemeriksaan ini apabila, kadar gula biasa ≥ 120 mg/dl atau kadar gula puasanya ≥ 126 mg/dl, berarti Anda positif (+) menderita Diabetes. Jadi, segelah periksa gula darah Anda. Penanganan yang cepat dan tepat akan memberikan hasil yang lebih baik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gimana sich cara mengecilkan perut buncit???? temukan jawabannya disini.....

Gimana cara mengecilkan perut buncit yang efektif? adakah cara mengecilkan perut alami? Punya perut gendut memang bukan hal yang layak menjadi kebanggan tersendiri. Kondisi ini dapat mengganggu penampilan karena tidak nyaman dipandang. Penimbunan lemak yang banyak di bagian perut dapat menghambat fungsi hati sebagai penyaring racun di dalam darah, Tujuan dari tips mengecilkan perut adalah mengurangi penimbunan lemak ini.

Dengan keadaan ini (perut buncit) dapat membuat sistem sirkulasi dalam tubuh tak berjalan normal dan menjadi pemicu munculnya banyak masalah kesehatan, seperti kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.

Banyak perut menggelembung alias ndut disebabkan oleh faktor dasar yaitu diet dan gaya hidup. Inilah banyak cara mengecilkan perut buncit baik pada pria maupun wanita, check it out :
Cara mengecilkan perut

1. Tips mengecilkan perut: Olahraga memang salah satu cara mengecilkan perut yang harus dilakukan untuk pengurangi si perut gendut. Olahraga akan menggerakkan cairan dalam perut yang akan menyebabkan perut besar dengan cara mendorongnya dari jaringan dan masuk aliran aliran darah dimana nantinya akan dilkeluarkan sebagai keringat atau dibawa ke kantung empedu untuk dikeluarkan sebagai urine. Olahraga yang disarankan untuk mengecilkan perut buncit antara lain aerobik dan jogging. Aktif bergerak olahraga berperan dalam pembakaran lemak dalam tubuh karena naiknya kebutuhan sehingga akan makin membantu sebagai cara mengecilkan perut gendut kamu.

2. Tips mengecilkan perut: Gunakan serat Serat adalah unsur penting didalam tips mengecilkan perut , tetapi untuk sebagai penyeimbang tempat menyimpan cairan yang menjadi sebab menjadi buncit, gunakan serat dalam buah-buahan seperti pear dan apel yang mempunyai banyak kandungan air.

3. Tips mengecilkan perut: Minum air putih Jika membuncitnya perut disebabkan oleh penyimpanan air, Teman Teman sebenarnya dapat mengurangi masalah itu dengan minum cairan lebih . Hal ini akan mencairkan konsentrasi unsur sodium di dalam tubuh sehingga mempertinggi volume cairan yang dikeluarkan dari tubuh . Minum banyak cairan juga menjadikan kerja empedu lebih efektif untuk mengeluarkan produk sampah. Jangan merubah konsumsi cairan ketika program langsing dikarena banyak makanan yang sulit dicerna oleh pencernaan dan dapat menjadikan perut buncit.

4. Tips mengecilkan perut: Konsumsi makanan perlahan-lahan jangan makan dengan cepat, karena saat Anda menelan terlalu cepat, maka udara manjadi tertahan didalam organ pencernaan dan menjadikan gas yang bisa memicu perut gendut. Usahakan duduk saat konsumsi makanan dan kunyahlah makanan dengan pelan pelan. Makanan tidak terkunyah menjadi bagian-bagian lebih kecil maka tidak dapat dicerna dengan baik yang kemudian membikin banyak gas yang menciptakan penggelembungan perut. Tips cara mengecilkan perut nomer 4 ini juga memberikan seja waktu kepada otak untuk merespon bahwa anda telah kenyang.

5. Tips mengecilkan perut: Kurangi mengkonsumsi garam garaman Banyak garam garaman dalam program langsing dapat meningkatkan sodium pada cairan dalam tubuh yang akan menjadikan lambat mekanisme sehingga mendorong cairan mengalir keluar dari sel. Akibatnya perut terasa penuh dan menggelembung.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Awas....Waspai penyakit jantung koroner!!!!!!!!!!!!!!!!

Kematian yang mendadak akibat serangan jantung memang sedang hangat dibicarakan setelah peristiwa meninggalnya anggota DPR Adjie Massaid. Untuk itu, tak ada salahnya jika kita mengenal Iebih dalam mengenai Penyakit Jantung Koroner (PJK), sebagai Iangkah pencegahan.
Apakah sebenarnya penyakit jantung koroner itu???????
Jantung Koroner plak pembuluh Berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995, Penyakit Jantung Koroner memang menjadi penyebab utama kematian. Begitu juga dengan Euro Heart Survey, dimana menyebutkan perawatan rumah sakit sekitar 43,2 % dikarenakan penyakit ini. Selain artis dan anggota DPR Adjie Massaid, pelawak Basuki juga dinyatakan meninggal karena Penyakit Jantung Koroner ini, setelah sesaat bermain futsal. Dengan serangan dan menyebabkan kematian yang tiba-tiba, ada baiknya jika kita sekarang lebih waspada dan mengenal lebih jauh lagi mengenai PJK, balk dari faktor penyebab maupun cara mencegahnya. dibelakang tulang dada menjalar ke leher, dari dada menjalar ke bahu dan dada, dari dada menjalar ke rahang, dari dada bawah di ulu hati, di daerah punggung diantara kedua belikat.

Berbeda lagi dengan gejala serangan jantung akut yang menyerang penderitanya, yaitu merasakan nyeri dada atau leher atau rahang (seperti ditekan atau dihimpit) berlangsung lebih dari 30 menit dan disertai gejala berkeringat seluruh tubuh, mual dan muntah, sesak. Hal tersebut juga sering dianggap sebagai gejala angin duduk. Jika anda atau orang di sekitar anda ada yang mengalaminya, alangkah lebih tepatnya jika langsung membawa ke rumah sakit terdekat.

Apakah Itu Penyakit Jantung Koroner (PJK) itu?

Dalam acara gathering perusahaan Eka Hospital belum lama ini, dr. Muhammad Yam in menjelaskan bahwa Penyakit Jantung Koroner merupakan suatu keadaan penyumbatan pada pembuluh darah yang memberi makan otot jantung (pembuluh koroner) dan biasanya disebabkan oleh proses penimbunan lemak (aterosklerosis). Adapun untuk proses terjadinya PJK ini dimulai dari adanya ateroskierosis plak, kemudian penurunan pasokan oksigen dan makanan yang akhirnya menyebabkan otot jantung menjadi "lapar" atau dalam istilah kedokteran disebut iskemia.

Gejala Penyakit Jantung Koroner biasanya tidak dikenali oleh penderita, sehingga banyak keluarga yang terkaget-kaget ketika harus ditinggalkan anggota keluarganya secara tiba-tiba. Ada beberapa tanda-tanda di bagian tubuh yang harus anda waspadai terkena PJK diantaranya dibelakang tulang dada,

Faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner
Ada dua faktor resiko Penyakit Jantung Koroner, yaitu yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan. Faktor yang dapat dikendalikan diantaranya hipertensi, diabetes, merokok, Hiperkolesterolemia, dan obesitas. Cara mengendalikannya tentu harus dengan tekad yang kuat seperti berhenti merokok, menjaga pola makan yang sehat dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah-buahan, dan makanan rendah kolesterol. Jangan sekali-kali anda salah kaprah dengan pemikiran bahwa jika anda mengkonsumsi obat kolesterol maka anda boleh makan makanan yang berkolesterol. Atau anda mengganggap jika orang yang kurus Iebih rendah kolesterolnya dibanding yang gemuk, ini merupakan kesalahpahaman.
Jika rata-rata penderita Penyakit Jantung Koroner meninggal sehabis berolahraga, apakah harus mereka berhenti berolahraga? Jawabannya tidak, asal anda mengenali frekuensi olahraga yang baik dan tidak berlebihan. Jadwalkan frekuensi tetap misalnya 2-3 kali seminggu dengan durasi 30 menit setiap berolahraga. Target denyut nadi harus berada di 80-85 % dari target maksimal, dan pandailah memilih jenis olahraga ringan seperti jalan kaki, jogging, aerobik, atau sepeda santai. narawrana)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Obesitas

Penyabab Obesitas
Terlalu sedikit berolahraga, konsumsi fast food atau makanan terlalu banyak sebagian besar dari kita tahu inilah penyebab dari obesitas. Penyebab obesitas sangatlah kompleks seperti faktor genetik, biologis, perilaku dan budaya. Pada dasarnya, obesitas terjadi ketika seseorang makan lebih banyak kalori daripada kalori yang mampu dibakar oleh tubuh. Jika salah satu orangtua gemuk, 50 persen kemungkinan bahwa anak-anak mereka juga akan gemuk. Namun, bila kedua orangtua gemuk, anak-anak memiliki peluang 80 persen menjadi obesitas. Meskipun gangguan medis tertentu dapat menyebabkan obesitas, kurang dari 1 persen dari semua obesitas disebabkan oleh masalah fisik. Jumlah tidur anak Anda mungkin akan sama pentingnya, menurut studi dalam Archives of Disease in Childhood. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang tidur kurang dari jumlah yang disarankan pada usia 2 tahun lebih cenderung menjadi gemuk pada usia 7 tahun.
Berikut penyebab kegemukan atau obesitas pada anak :

* Pola makan yang buruk
* Makan atau ngemil terlalu banyak
* Kurangnya olahraga
* Riwayat keluarga mengidap obesitas
* Penyakit medis (endokrin, masalah-masalah neurologis)
* Obat (steroid, beberapa obat psikiatris)
* Stress atas suatu kejadian atau perubahan (perpisahan, perceraian, pindah lingkungan, kematian, pelecehan)
* Masalah dengan keluarga atau teman
* Rasa rendah diri
* Depresi atau masalah emosional lainnya


Resiko yang dapat diakibatkan obesitas pada anak-anak meliputi :

* Peningkatan risiko penyakit jantung
* Tekanan darah tinggi
* Diabetes
* Masalah Pernapasan
* Masalah Tidur


Anak serta remaja yang mengalami obesitas juga memiliki masalah emaosional yang lebih tinggi. Remaja dengan masalah berat badan cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah dan minder dengan teman sebaya mereka.Selain itu perasaan depresi, kecemasan, dan gangguan obsesif kompulsif juga dapat terjadi.



Bagaimana menangani masalh obesitas pada anak..?

obesitas anak-anak memerlukan evaluasi medis menyeluruh oleh dokter anak atau keluarga untuk mempertimbangkan kemungkinan penyebab fisik. Dengan tidak adanya gangguan fisik, satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan adalah mengurangi jumlah kalori yang dimakan dan untuk meningkatkan aktivitas fisik seperti olahraga dll. Tentu saja ini hanya bisa terjadi ketika ada motivasi diri dari anak maupun orangtua. Karena obesitas sering mempengaruhi lebih dari satu anggota keluarga, membuat makan sehat dan olahraga teratur aktivitas keluarga dapat meningkatkan kemungkinan berhasil untuk mengendalikan berat badan anak atau remaja.



Cara untuk mengatasi obesitas pada anak-anak dan remaja mencakup :

* Membuat Program untuk mengendalikan berat badan
* Merubah kebiasaan makan (makan perlahan-lahan, yang nantinya secara rutin)
* Mengontrol pola makan serta menyeleksi makanan yang akan dikonsumsi (mengurangi makan makanan berlemak, hindari junk food dan fastfood)
* Kontrol porsi dan mengkonsumsi sedikit kalori
* Meningkatkan aktivitas fisik (terutama berjalan) dan merubah gaya hidup lebih aktif
* Makan bersama keluarga, bukan sambil menonton televisi atau di depan komputer
* Tidak memberikan makanan sebagai hadiah
* Batasi ngemil


Obesitas sering menjadi masalah seumur hidup. Remaja yang mengalami obesitas harus belajar untuk makan makanan sehat dan menikmati pola makan sehat dalam jumlah moderat dan berolahraga secara teratur untuk menjaga berat badan yang diinginkan. Orang tua dari seorang anak dapat membangun kepercayaan diri anak-anak mereka dengan menekankan kepada anak tentang kualitas hidup daripada hanya berfokus pada masalah berat badan mereka.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

cara buat animasi blog

Mau beri tambahan animasi di blogger????
Saya ingin membagikan bagaimana cara membuat animasi di blog anda….
Cara memberi gadget fish dalam Blogger
1.Masuk dalam alamat blog anda.
2.Halaman yang pertama akan muncul adalah dasbor anda.
3.Klik Rancangan
4.Pilih tambah gadget
5.Cari pilihan fish dan klik
6.Setelah muncul kotak dialog setel gadget, atur sesuai keinginan
7.Klik simpan
8.Gadget fish telah tertera pada blog anda
Selamat mencoba………

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Solid State Disk ( SSD)

Solid State Disk adalah sebuah media penyimpanan data yang yang menggunakan non volatile memory sebagai media dan tidak menggunakan cakram magnetis seperti hard disk konvensional. Beberapa dengan volatile memory (misalnya Random Acces Memory), data yang tersimpan di Solid State Disk tidak akan hilang meskipun daya listrik tidak ada.
Solid State Disk ini merupakan suatu media penyimpanan utama selain hard disk. Didalam sebuah komputer, SSD dan hard disk berfungsi sebagai media untuk menaruh seua data. Booting sebuah computer juga menggunakan kedua benda ini. Akan tetapi SSD memiliki kelebihan disbanding Hard disk konvensional, diantaranya yaitu:
1. Waktu mulai bekerja (strat-up) yang lebih cepat.
2. Tidak memiliki bising/ dengung, mengingat tidak adanya komponen yang bergerak.
3. Lebih hemat daya listrik, meskipun SSD berbasis DRAM masih diperlukan catu daya yang cukup tinggi, namun disbanding dengan hard-disk konvensional masih jauh lebih hemat energy.
4. Lebih kebal terhadap goncangan, getaran, dan temperature yang tinggi.
5. Dengan kapasitas penyimpanan yang sama, SSD memiliki bobot yang lebih ringan dan ukuran fisik yang lebih ramping jika disbanding engan hard-disk biasa sehingga lebih portable untuk notebook dan mobile external storage.
6. Karena dapat menyimpanan data meskipun catu daya tidak ada, kelak teknologi SSD ini jika digabungkan dengan teknologi Memristor membuka kemungkinan tercapainya pembuatan sebuah computer yang dapat dihidup-matikan layaknya sebuah televisi, sehingga istilah strat-up, shut down, hang, blue screen dan sejenisnyahanya menjadi catatan sejarah untuk anak cucu kita.

Beberapa hal tetntang Solid State Disk (SSD):
1. TRIM
Merupakan sebuah perintah yang langsung ditujukan kepada firmware dari SSD. Kegunaan TRIM ini yaitu memastikan saat system operasi mau menulis disektor yang sama, data yang lama akan terhapus total tanpa ada sampah lagi. Selain itu, fungsi TRIM juga akan membuat semua sektor yang dihapus dan diformatmenjadi bersih. Hal ini akan membuat sebuah SSD menjadi kencang sama seperti baru.


2. Isi dari SSD
Sebuah SSD tidak berisikan mekanik rumit yang sama saperti hard-dis. Jika anda pernah melihat RAM (Random Acces Memory) isi dari SSD mirip dengan itu, hanya terdiri dari sekumpulan memori yang dipasang disebuah board.

3. Kecepatan
SSD tidak memiliki mekanik yang harus bergerak terlebih dahulu dalam menulis dan membaca data. Selain itu, SSD tidak perlu melakukan putaran spindle seperti sebuah hard disk. Semua dilakukan secara elektris, jadi otomatis lebih cepat dari pada hard-disk.

4. Lebih Aman
SSD tidak memiliki mekanik didalamnya, ini membuat media ini tahan banting, Selain itu, SSD juga than terhadap getaran.

Dengan segala keunggulan yang dimiliki SSD, sangat wajar jika SSD menjadi pilihan pengguna computer dan perangkat penyimpanan masa depan, Jika SSD telah mencapai taraf produksi masal pada tingkatan yang sama dengan produksi hard-disk saat ini, diharapkan hard-disk konvensional secara alamiah akan menghilang dari pasar industri komputer. Hal ini telah dimulai sejak raksasa industri chip komputer, Intel cooperation meluncurkan proses fibrikasi SSD berukuran 34 nanometer pada akhir tahun 2009 yang memungkinkan terciptanya SSD dengn biaya per giga byte yang lebih murah. Tipe yang pertama kali muncul adalah SATA X25-M dengan kapasitas maksimum sebesar 160 GB seharga USD 440 yang telah dioptimalisasi untuk bekerja sama Windows 7. Jika dihitung berarti seharga Rp. 27.500,- per GB atau telah menyamai harga flash disk.
Diawal tahun 2010, Western Digital juga tidak mau ketinggalan dengan memperkenalkan SSD tipe SSC-D0256SC-2100 berkapasitas 256 GB seharga USD 999( saat itu sekitar 10 juta rupiah) atau sekitar Rp. 39.000,- per GB.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Plasmodium

Klasifikasi: Family: Plasmodiidae
Genus: Plasmodium
Species: Plasmodium vivax
Plasmodium falciparum
Plasmodium malariae
Plasmodium ovale
Daur hidup
Secara teknis, sebagi hospes definitif dari Plasmodium spp adalah hewan invertebrata yaitu nyamuk karena reproduksi sexual terjadi disini. Sedangkan reproduksi asexual terjadi pada hospes vertebrata termasuk orang, disini disebut hospes intermedier. Tetapi yang perlu diperhatikan bahwa gametocyt terbentuk dalam darah vertebrata dan fertilisasi terjadi di dalam lambung nyamuk. Dari hal tersebutlah yang menunjukkan bahwa vertebrata masih merupakan hospes definitif.
Fase vertebrata
Bila nyamuk terinfeksi plasmodium menghisap darah vertebrata, nyamuk menginjeksikan air ludahnya (saliva) yang berisi sporozoit yang kecil dan memanjang masuk kedalam aliran darah. Pada dasarnya sporozoit bentuknya mirip dengan Emeria atau parasit coccidia dengan panjang 10-15 um dan diameter 1 um.
Begitu masuk aliran darah sporozoit langsung menghilang dalam waktu 1 jam. Ternyata mereka masuk kedalam parenchym hati atau organ internal lainnya. Fase ini disebut fase “Pre erytrocytic” atau “exoerytrocytic primer” (schizogony). Begitu masuk kedalam sel hati, parasit bermetamorfosis menjadi trophozoit. Trophozoit memakan cytoplasma dari sel hospes secara pynositosis. Setelah sekitar 1 minggu, trophozoit menjadi masak dan mulai mengalami proses scizogony. Sejumlah anak nuclei terbentuk dan berubah bentuk menjadi schizont yang disebut “Cryptozoit” . Dalam masa pembelahan inti, membrana nukleus tetap utuh. Mitokondria membesar pada saat terjadi perkembangan trophozoit menjadi banyak mitokondria. Merozoit yang terbentuk terjadi setelah proses cytokinesis. Merozoit lebih pendek daripada sporozoit. Merozoit masuk ke sel hati lainnya dan membentuk schizont dan kemudian membentuk merozoit lagi.
Merozoit meninggalkan sel hati berpenetrasi ke dalam sel erytrocyt, ini adalah awal fase “erytrocytic”. Begitu masuk erytrocyt, merozoit berubah bentuk menjadi trophozoit lagi. Cytoplasma sel darah dimakan dan membentuk vacuola cincin cytoplasma dengan nukleus berada dipinggirnya. Pada saat trophozoit tumbuh, vacuola menjadi tidak jelas, tetapi terlihat granula pigmen dari hemozoin dari vacuola. “Hemozoin” adalah produk dari digesti parasit asal hemoglobin dari hospes tetapi bukan degradasi dari bagian hemoglobin.
Parasit cepat berkembang menjadi schizont. Bilamana perkembangan merozoit telah sempurna, maka sel pecah kemudian keluar sel metabolik dari parasit dan residu dari sel hospes termasuk hemozoin. Banyak merozoit dibunuh oleh sel reticuloendothelial dan leucocyt, tetapi masih ada sejumlah merozoit yang berparasit dalam sel hospes.
Setelah beberapa generasi proses reproduksi asexual tersebut, beberapa merozoit masuk kedalah sel erytrocyt dan membentuk “Macrogametocyt” dan “microgametocyt”, berbentuk agak pipih dan mengandung hemozoin. “Gametocytogenesis” mungkin juga terjadi dalam hati. Bila tidak termakan nyamuk, gametocyt segera akan mati atau dimakan oleh sel phagocyt dalam sistem reticuloendothelial.
Fase invertebrata
Bila erytrocyt yang mengandung gemetocyt dihisap oleh nyamuk yang bukan vektor (tidak cocok), maka darah akan didigesti dan parasit akan mati. Tetapi bila dihisap oleh nyamuk vektor (cocok) maka gametocyt berkembang menjadi gamet. Secara alami hanya nyamuk betina yang menghisap darah. Hospes yang cocok pada parasit plasmodium adalah nyamuk Anopheles spp. Setelah keluar dari erytrocyt, macrogametocyt masak dan menjadi macrogamet. Dilain pihak microgamet berubah bentuk menjadi “exflagelasi”. Begitu microgamet menjadi extraseluler, dalam waktu 10-12 menit, nucleus membelah diri menjadi 6-8 anak nuclei, dimana setiap nuclei berkembang menjadi axonema. Pada saat dinding microgamet pecah setiap flagella yang mengandung nuclei bergerak keluar bebas mencari macrogamet dan berpenetrasi sehingga terjadi fertilisasi. Hasilnya adalah zygot diploid yang dengan cepat berkembang menjadi ookinete yang motil dengan bentuk yang memanjang. Ookinete berpenetrasi ke membran periothropic dinding usus nyamuk, bermigrasi ke haemocel usus dan berubah bentuk menjadi oocyt. Oocyt ditutupi oleh capsul segera setelah keluar dari haemocel. Selama perjalanannya tersebut zygot membelah diri secara haploid dengan banyak inti sel disebut mitokondria dan inclusion lainnya. Sporoblast membelah menjadi ribuan sporozoit. Sporozoit ini memecah oocyst dan keluar bermigrasi dalam tubuh nyamuk, kemudian masuk kedalam kelenjar ludah nyamuk menunggu untuk diinjeksikan ke hospes vertebrata.

Plasmodium vivax
Spesies plasmodium ini menyebabkan penyakit “Malaria tertiana benigna” atau disebut malaria tertiana. Nama tertiana adalah berdasarkan fakta bahwa timbulnya gejala demam terjadi setiap 48 jam. Nama tersebut diperoleh dari istilah Roma, yaitu hari kejadian pada hari pertama , sedangkan 48 jam kemudian adalah hari ke 3. Penyakit banyak terjadi di daerah tropik dan sub tropik, kejadian penyakit malaria 43% disebabkan oleh P. vivax.. Proses schizogony exoerytrocytic dapat terus terjadi sampai 8 tahun, disertai dengan periode relaps, disebabkan oleh terjadinya invasi baru terhadap erythrocyt. Kejadian relaps terciri dengan pasien yang terlihat normal (sehat) selama periode laten. Terjadinya relaps juga erat hubungannya dengan reaksi imunitas dari individu.
Plasmodium vivax hanya menyerang erytrocyt muda (reticulocyt), dan tidak dapat menyerang/tidak mampu menyerang erytrocyt yang masak. Segera setelah invasi kedalam erytrocyt langsung membentuk cincin., cytoplasma menjadi aktif seperti ameba membentuk pseudopodia bergerak ke segala arah sehingga disebut “vivax”. Infeksi terhadap erytrocyt lebih dari satu trophozoit dapat terjadi tetapi jarang. Pada saat trophozoit berkembang erytrocyt membesar, pigmennya berkurang dan berkembang menjadi peculiar stipling disebut “Schuffners dot”. Dot (titik) tersebut akan terlihat bila diwarnai dan akan terlihat parasit di dalamnya. Cincin menempati 1/3-1/2 dari erytrocyt dan trophozoit menempati 2/3 dari sel darah merah tersebut selama 24 jam. Granula hemozoin mulai terakumulasi sesuai dengan pembelahan nucleus dan terulang lagi sampai 4 kali, terdapat 16 nuclei pada schizont yang masak. Bila terjadi imunitas atau diobati chemotherapi hanya terjadi sedikit nyclei yang dapat diproduksi. Proses schizogony dimulai dan granula pigmen terakumulasi dalam parasit. Merozoit yang bulat dengan diameter 1,5 um langsung menyerang erytrocyt lainnya. Schizogony dalam erytrocyt memakan waktu 48 jam.
Beberpa merozoit berkembang menjadi gametocyt, dan gametocyt yang masak mengisi sebagian besar erytrocyt yang membesar (10um). Sedangkan mikrogametocyt terlihat lebih kecil dan biasanya hanya terlihat sedikit dalam erytrocyt. Gametocyt memerlukan 4 hari untuk masak. Perbandingan antara macro:microgametocyt adalah 2:1, dan salah satu sel darah kadang diisi keduanya (macro+micro) dan schizont.
Dalam nyamuk terjadi proses pembentukan zygot, ookinete dan oocyt dengan ukuran 50 um dan memproduksi 10.000 sporozoit. Terlalu banyak oocyst dapat membunuh nyamuk itu sendiri sebelum oocyt berkembang menjadi sporozoit.

Plasmodium falciparum
Penyakit malaria yang disebabkan oleh species ini disebut juga “Malaria tertiana maligna”, adalah merupakan penyakit malaria yang paling ganas yang menyerang manusia. Daerah penyebaran malaria ini adalah daerah tropik dan sub-tropic, dan kadang dapat meluas kedaerah yang lebih luas, walaupun sudah mulai dapat diberantas yaitu di Amerika Serikat, Balkan dan sekitar Mediterania. Malaria falciparum adalah pembunuh terbesar manusia di daerah tropis di seluruh dunia yang diperkirakan sekitar 50% penderita malaria tidak tertolong.
Malaria tertiana maligna selalu dituduh sebagai penyebab utama terjadinya penurunan populasi penduduk di jaman Yunani kuno dan menyebabkan terhentinya expansi “Alexander yang agung” menaklukan benua Timur karena kematian serdadunya oleh seranagn malaria ini. Begitu juga pada perang Dunia I dan II terjadinya kematian manusia lebih banyak disebabkan oleh penyakit malaria ini daripada mati karena perang.
Seperti pada malaria lainnya, schizont exoerytrocytic dari P. falciparum timbul dalam sel hati. Schizont robek pada hari ke 5 dan mengeluarkan 30.000 merozoit. Disini tidak terjadi fase exoerytrocytic ke 2 dan tidak terjadi relaps. Tetapi penyakit akan timbul lagi sekitar 1 tahun, biasanya sekitar 2-3 tahun kemudian setelah infeksi pertama. Hal tersebut disebabkan oleh jumlah populasi parasit yang sedikit didalam sel darah merah.
Merozoit menyerang sel darah merah pada senua umur, disamping itu P. falciparum terciri dengan tingkat parasitemia yang tinggi dibanding malaria lainnya. Sel darah yang mengandung parasit ditemukan dalam jaringan yang paling dalam seperti limpa dan sumsum tulang pada waktu schizogony. Pada waktu gametocyt berkembang, sel darah tersebut bergerak menuju sirkulsi darah perifer, biasanya terlihat sebagi bentuk cincin.
Trophozoit bentuk cincin adalah yang paling kecil diantara parasit malaria lainnya yang menyerang manusia, sekitar 1,2um. Begitu trophozoit tumbuh dan mulai bergerak dengan pseudopodi, pergerakannya tidak se aktif infeksi P. vivax. Erytrocyt yang terinfeksi berkembang menjadi ireguler dan lebih besar daripada P. vivax, sehingga menyebabkan degenerasi sel hospes.
Schizont yang masak berkembang menjadi 8-32 merozoit, pada umumnya 16 merozoit. Schizont sering ditemukan pada darah perifer, fase erytrocyt ini memakan waktu sekitar 48 jam. Pada kondisi yang berat, saat terjadi parasitemia ditemukan lebih dari 65% erytrocyt mengandung parasit, tetapi biasanya pada kepadatan 25% saja sudah menyebabkan fatal.
Plasmodium malariae
Infeksi parasit P. malariae disebut juga “Malaria quartana” dengan terjadinya krisis penyakit setiap 72 jam. Hal tersebut di kenali sejak jaman Yunani, karena waktu demam berbeda dengan parasit malaria tertiana. Pada tahun 1885 Golgi dapat membedakan antara demam karena penyakit malaria tertiana dengan quartana dan memberikan deskripsi yang akurat dimana parasit tersebut diketahui sebagai P. malariae.
Plasmodium malariae adalah parasit cosmopolitan, tetapi distribusinya tidak continyu di setiap lokasi. Parasit sering di temukan di daerah tropik Afrika, Birma, India, SriLanka, Malaysia, Jawa, New Guienia dan Eropa. Juga tersebar di daerah baru seperti Jamaica, Guadalope, Brazil, Panama dan Amerika Serikat. Diduga parasit menyerang orang di jaman dulu, dengan berkembangnya perabapan dan migrasi penduduk, kasus infeksi juga menurun.
Schizogony exoerytrocytic terjadi dalam waktu 13-16 hari, dan relaps terjadi sampai 53 tahun. Bentuk erytrocytic berkembang lambat di dalam darah dan gejala klinis terjadi sebelumnya, dan mungkin ditemukan parasit dalam ulas darah. Bentuk cincin kurang motil daripada P. vivax, sedangkan cytoplasma lebih tebal. Bentuk cincin yang pipih dapat bertahan sampai 48 jam, yang akhirnya berubah bentuk memanjang menjadi bentuk “band” yang mengunpulkan pigmen dipinggirnya. Nukleus membelah menjadi 6-12 merozoit dalam waktu 72 jam. Tingkat parasitemianya relatif rendah sekitar 1 parasit tiap 20.000 sel darah. Rendahnya jumlah parasit tersebut berdasarkan fakta bahwa merozoit hanya menyerang erytrocyt yang tua yang segera hilang dari peredaran darah karena didestruksi secara alamiah.
Gametocyt mungkin berkembang dalam organ internal, bentuk masaknya jarang ditemukan dalam darah perifer. Mereka berkembang sangat lambat untuk menjadi sporozoit infektif.

Plasmodium ovale
Penyakit yang disebabkan infeksi parasit ini disebut “malaria tertiana ringan” dan merupakan parasi malaria yang paling jarang pada manusia. Biasanya penyakit malaria ini tersebar di daerah tropik, tetapi telah dilaporkan di daerah Amerika Serikat dan Eropa. Penyakit banyak dilaporkan di daerah pantai Barat Afrika yang merupakan lokasi asal kejadian, penyakit berkembang ke daerah Afrika Tengah dan sedikit kasus di Afrika Timur. Juga telah dilaporkan kasus di Philipina, NewGuenia dan Vietnam. Plasmodium ovale sulit di diagnosis karena mempunyai kesamaan dengan P. vivax.
Schizont yang masak berbentuk oval dan mengisi separo dari sel darah hospes. Biasanya akan terbentuk 8 merozoit, dengan kisaran antara 4-16. Bentuk titik (dot) terlihat pada awal infeksi kedlam sel darah merah. Bentuknya lebih besar daripada P. vivax dan bila diwarnai terlihat warna merah terang.
Gametocyr dari P. ovale memerlukan lebih lama dalam darah perifer daripada malaria lainnya. Tetapi mereka cepat dapat menginfeksi nyamuk secara teratur dalam waktu 3 minggu setelah infeksi.
Diagnosis penyakit Malaria
Diagnosis berdasarkan gejala klinis dan yang paling penting adalah ditemukannya parasit dalam darah dengan cara ulas darah dan pewarnaan. Cara diagnosis secara detail dapat dilihat dalam buku “Parasitologi Kedokteran” FKUI.
Patologi penyakit Malaria
Gejala klinis yang terlihat dari penyakit malaria ini disebabkan oleh 2 faktor penting yaitu:
1) Respons radang dari hospes yang terciri dengan adanya demam
2) Anemia, terjadi karena perusakan sel darah merah dengan urutan keparahan : falciparum > vivax > malaria > ovale
Penyebab utama anemia adalah adanya hemolysis dari erytrocyt yang mengandung
parasit dan yang tidak, sedangkan tubuh tidak mampu untuk merecycle ikatan Fe dalam hemozoin yang tidak larut dalam perusakan retyculocyt oleh parasit (terutama P. vivax). Terjadinya hemolysis erytrocyt menyebabkan peningkatan bilirubin dalam darah, dimana bilirubin adalah produk dari haemoglobin yang pecah. Hemozoin terbawa oleh sirkulasi leucocyt dan terdeposit dalam sistem reticuloendothelial. Pada kasus yang berat organ viscera terutama hati, limpa dan otak menjadi berwarna gelap kehitaman karena adanya deposit pigmen tersebut.
Terjadinya demam pada penyakit malaria adalah berhubungan erat dengan kerusakan dari generasi merozoit dan rupturnya sel darah merah yang berisi merozoit tersebut. Terjadinya demam juga dirangsang oleh produk exkresi dari parasit yang dikeluarkan pada waktu erytrocyt lysis.
Beberapa hari sebelum terjadinya serangan pertama, pasien merasa lesu, nyeri otot, sakit kepala, hilang nafsu makan dan demam ringan, atau kadang tidak terlihat gejala apapun. Yang khas pada serangan malaria tertiana atau quartana adalah rasa dingin, kemudian suhu badan meningkat cepat sampai 40oC, gigi menggigil, mual dan muntah dapat terjadi. Suhu tubuh tinggi tersebut terjadi setelah ½-1 jam, dengan rasa sakit kepala dan tubuh terasa panas. Suhu tubuh turun dengan cepat kembali ke normal dalam waktu 2-3 jam dan serangan tersebut secara keseluruhan terjadi dalam waktu 8-12 jam. Penderita dapat tidur sejenak dan merasa sehat sampai terjadi serangan berikutnya.
Karena sinkronisasi Plasmodium falciparum tidak begitu terlihat maka onset demam tersebut terjadi secara perlahan (gradual), tetapi masa kenaikan suhu tubuh tersebut lebih lama. Terjadinya demam dapat kontinyu atau berfluktuasi, tetapi pasien tidak merasakan sehat diantara terjadinya serangan. Malaria falciparum selalu terlihat serius dan kadang menyebabkan terjadinya bentuk perniciosa atau ganas dan penyakit dengan cepat dapat menyebabkan fatal.
“Demam billious remitent”, adalah demam malaria yang paling sering ditemui dan kurang berbahaya. Gejala ini ditandai dengan nausea, vomitus profus dan continyus, kadang disertai haemoragik dalam lambung. Gejala penyakit kuning (jaundice) biasanya terlihat pada hari kedua. Cairan urine mengandung pigmen empedu dan demam cenderung tinggi dan berfluktuasi (remitent).
“Malaria cerebral”, dapat terjadi secara gradual, tetapi biasanya mendadak, sakit kepala berat, dapat diikuti dengan koma. Suhu tubuh naik sangat tinggi 41oC dapat terjadi. Pada kejadian yang mendadak ditandai dengan gejala mania dan gejala gangguan saraf, convulsi terutama pada anak. Kematian dapat terjadi beberapa jam kemudian. Fase awal dari malaria serebral ini kadang dikelirukan dengan toksisitas alkohol akut.

Daftar pustaka
www.geocities.com/kuliah_farm/parasitologi/Malaria.doc
parasitfkundip.wordpress.com/
malariana.blogspot.com/2008/10/mengenal-malaria.html - 108k
www.geocities.com/mitra_sejati_2000/malaria.html - 7k

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penetapan Kadar dengan Metode Iodometrri

Pada titrasi iodometri, analit yang dipakai adalah oksidator yang dapat bereaksi dengan I- (iodide) untuk menghasilkan I2, I2 yang terbentuk secara kuantitatif dapat dititrasi dengan larutan tiosulfat. Dari pengertian diatas maka titrasi iodometri adalah dapat dikategorikan sebagai titrasi kembali.
Iodida adalah reduktor lemah dan dengan mudah akan teroksidasi jika direaksikan dengan oksidator kuat. Iodida tidak dipakai sebagai titrant hal ini disebabkan karena factor kecepatan reaksi dan kurangnya jenis indicator yang dapat dipakai untuk iodide. Oleh sebab itu titrasi kembali merubakan proses titrasi yang sangat baik untuk titrasi yang melibatkan iodide. Senyawaan iodide umumnya KI ditambahkan secara berlebih pada larutan oksidator sehingga terbentuk I2. I2 yang terbentuk adalah equivalent dengan jumlah oksidator yang akan ditentukan. Jumlah I2 ditentukan dengan menitrasi I2 dengan larutan standar tiosulfat (umumnya yang dipakai adalah Na2S2O3) dengan indicator amilum jadi perubahan warnanya dari biru tua kompleks amilum-I2 sampai warna ini tepat hilang.
Reaksi yang terjadi pada titrasi iodometri untuk penentuan iodat adalah sebagai berikut:

IO3-  + 5 I-  + 6H+  -> 3I2  + H2O
I2 + 2 S2O32-  -> 2I- + S4O62-
Setiap mmol IO3- akan menghasilkan 3 mmol I2 dan 3 mmol I2 ini akan tepat bereaksi dengan 6 mmol S2O32- (ingat 1 mmol I2 tepat bereaksi dengan 2 mmol S2O32-) sehingga mmol IO3- ditentukan atau setara dngan 1/6 mmol S2O32-.
Mengapa kita menitrasi langsung antara tiosulfat dengan analit? Beberapa alasan yang dapat dijabarkan adalah karena analit yang bersifat sebagai oksidator dapat mengoksidasi tiosulfat menjadi senyawaan yang bilangan oksidasinya lebih tinggi dari tetrationat dan umumnya reaksi ini tidak stoikiometri. Alasa kedua adalah tiosulfat dapat membentuk ion kompleks dengan beberapa ion logam seperti Besi(II).
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan titrasi Iodometri adalah sebagai berikut:
Penambahan amilum sebaiknya dilakukan saat menjelang akhir titrasi, dimana hal ini ditandai dengan warna larutan menjadi kuning muda (dari oranye sampai coklat  akibat terdapatnya I2 dalam jumlah banyak), alasannya kompleks amilum-I2 terdisosiasi sangat lambat akibatnya maka banyak I2 yang akan terabsorbsi oleh amilum jika amilum ditambahkan pada awal titrasi, alasan kedua adalah biasanya iodometri dilakukan pada media asam kuat sehingga akan menghindari terjadinya hidrolisis amilum
Titrasi harus dilakukan dengan cepat untuk meminimalisasi terjadinya oksidasi iodide oleh udara bebas. Pengocokan pada saat melakukan titrasi iodometri sangat diwajibkan untuk menghindari penumpukan tiosulfat pada area tertentu, penumpukkan konsentrasi tiosulfat dapat menyebabkan terjadinya dekomposisi tiosulfat untuk menghasilkan belerang. Terbentuknya reaksi ini dapat diamati dengan adanya belerang dan larutan menjadi bersifat koloid (tampak keruh oleh kehadiran S).
S2O32-  +  2H+  -> H2SO3 + S
Pastikan jumlah iodide yang ditambahkan adalah berlebih sehingga semua analit tereduksi dengan demikian titrasi akan menjadi akurat. Kelebihan iodide tidak akan mengganggu jalannya titrasi redoks akan tetapi jika titrasi tidak dilakukan dengan segera maka I- dapat teroksidasi oleh udara menjadi I2.

Cara menstandarisasi larutan tiosulfat
Tiosulfat yang dipakai dalam titrasi iodometri dapat distandarisasi dengan menggunakan senyawa oksidator  yang memiliki kemurnian tinggi (analytical grade) seperti K2Cr2O7, KIO3, KBrO3, atau senyawaan tembaga(II).
Bila digunakan Cu(II) maka pH harus dibuffer pada pH 3 dan dipakai tiosianat untuk masking agent, KSCN ditambahkan pada waktu mendektitik akhir titrasi dengan tujuan untuk menggantikan I2 yang teradsorbsi oleh CuI. Bila pH yang digunakan tinggi maka tembaga(II) akan terhidrolisis dan akan terbentuk hidroksidanya. Jika keasaman larutan sangat tinggi maka cenderung terjadi reaksi I- sebagai akibat adanya Cu(II) dalam larutan yang megkatalis reaksi tersebut.

Contoh reaksi iodometri adalah sebagai berikut
2MnO4-  + 10 I- + 16 H+  <-> 2Mn2+  + 5 I2 + 8H2O
Cr2O72- + 6I- <-> 14 H+  <-> 2Cr3+  + 3 I2 + 7H2O
2Fe3+  +  2I-  <-> 2Fe2+  + I2
2 Ce4+  + 2I-  <-> 2Ce3+ + I2
Br2  + 2I-  <-> 2Br-  + I2

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penetapan Kadar dengan Metode Iodimetri

Iodimetri merupakan titrasi redoks yang melibatkan titrasi langsung I2 dengan suatu agen pereduksi. I2 merupakan oksidator yang bersifat moderat, maka jumlah zat yang dapat ditentukan secara iodimetri sangat terbatas, beberapa contoh zat yang sering ditentukan secara iodimetri adalah H2S, ion sulfite, Sn2+, As3+ atau N2H4. Akan tetapi karena sifatnya yang moderat ini maka titrasi dengan I2 bersifat lebih selektif dibandingkan dengan titrasi yang menggunakan titrant oksidator kuat.
Pada umumnya larutan I2 distandarisasi dengan menggunakan standar primer As2O3, As2O3 dilarutkan dalam natrium hidroksida dan kemudian dinetralkan dengan penambahan asam. Disebabkan kelarutan iodine dalam air nilainya kecil maka larutan I2 dibuat dengan melarutkan I2 dalam larutan KI, dengan demikian dalam keadaan sebenarnya yang dipakai untuk titrasi adalah larutan I3-.

I2 + I-  -> I3-
Titrasi iodimetri dilakukan dalam keadaan netral atau dalam kisaran asam lemah sampai basa lemah. Pada pH tinggi (basa kuat) maka iodine dapat mengalami reaksi disproporsionasi menjadi hipoiodat.
I2 + 2OH-  <-> IO3-  +  I-  + H2O
Sedangkan pada keadaan asam kuat maka amilum yang dipakai sebagai indicator akan terhidrolisis, selain itu pada keadaan ini iodide (I-) yang dihasilkan dapat diubah menjadi I2 dengan adanya O2 dari udara bebas, reaksi ini melibatkan H+ dari asam.
4I- + O2 + 4H+  -> 2I2 + 2H2O
Titrasi dilakukan dengan menggunakan amilum sebagai indicator dimana titik akhir titrasi diketahui dengan terjadinya kompleks amilum-I2 yang berwarna biru tua. Beberapa reaksi penentuan denga iodimetri ditulis dalam reaksi berikut:
H2S + I2 -> S + 2I- + 2H+
SO32- + I2 + H2O -> SO42- + 2I- + 2H+
Sn2+  + I2  -> Sn4+ + 2I-
H2AsO3 + I2 + H2O -> HAsO42- + 2I- + 3H+

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

menghitung sel darah

Pemeriksaan darah yang paling sering dilakukan adalah hitung jenis sel darah lengkap (CBC, complete blood cell count), yang merupakan penilaian dasar dari komponen sel darah. Sebuah mesin otomatis melakukan pemeriksaan ini dalam waktu kurang dari 1 menit terhadap setetes darah.
Selain untuk menentukan jumlah sel darah dan trombosit, persentase dari setiap jenis sel darah putih dan kandungan hemoglobin; hitung jenis sel darah biasanya menilai ukuran dan bentuk dari sel darah merah. Sel darah merah yang abnormal bisa pecah atau berbentuk seperti tetesan air mata, bulan sabit atau jarum.
Dengan mengetahui bentuk atau ukuran yang abnormal dari sel darah merah, bisa membantu mendiagnosis suatu penyakit. Sebagai contoh sel berbentuk bulan sabit adalah khas untuk penyakit sel sabit, sel darah merah yang kecil dapat merupakan pertanda dari stadium awal kekurangan zat besi dan sel darah merah berbentuk oval besar menunjukkan kekurangan asam folat atau vitamin B12 (anemia pernisiosa).
Pemeriksaan lainnya memberikan keterangan tambahan tentang sel darah. Hitung retikulosit adalah jumlah sel darah merah muda (retikulosit) dalam volume darah tertentu. Dalam keadaan normal, retikulosit mencapai jumlah sekitar 1% dari jumlah total sel darah merah.
Jika tubuh memerlukan lebih banyak darah merah (seperti yang terjadi pada anemia), secara normal sumsum tulang akan memberikan jawaban dengan membentuk lebih banyak retikulosit. Karena itu penghitungan retikulosit merupakan penilaian terhadap fungsi sumsum tulang.
Pemeriksaan yang menentukan kerapuhan dan karakteristik selaput sel darah merah, membantu dalam menilai penyebab anemia.
Sel darah putih dapat dihitung sebagai suatu kelompok (hitung sel darah putih). Jika diperlukan keterangan yang lebih terperinci, bisa dilakukan penghitungan jenis-jenis tertentu dari sel darah putih (differential white blood cell count).
Trombosit juga dapat dihitung secara terpisah.
Platelet juga dapat dihitung secara terpisah.
Salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan pada plasma adalah analisis elektrolit. Dilakukan pengukuran terhadap natrium, klorida, kalium dan bikarbonat, juga kalsium, magnesium dan fosfat.
Pemeriksaan lainnya mengukur jumlah protein (biasanya albumin), gula (glukosa) dan bahan limbah racun yang secara normal disaring oleh ginjal (kretinin dan urea-nitrogen darah).
Sebagian besar pemeriksaan darah lainya membantu memantau fungsi organ lainnya. Karena darah membawa sekian banyak bahan yang penting untuk fungsi tubuh, pemeriksaan darah bisa digunakan untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam tubuh. Selain itu, pemeriksaan darah relatif mudah dilakukan. Misalnya fungsi tiroid bisa dinilai secara lebih mudah dengan mengukur kadar hormon tiroid dalam darah dibandingkan dengan secara langsung mengambil contoh tiroid. Demikian juga halnya dengan pengukuran enzim-enzim hati dan protein dalam darah lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan mengambil contoh hati. Hitung jenis sel darah lengkap.
Pemeriksan Yang diukur Harga normal Hemoglobin Jumlah protein pengangkut oksigen

dalam sel darah merah :  Pria:14-16 gram/dL 
                                       Wanita:12,5-15 gram/dL
Hematokrit Perbandingan sel darah merah terhadap:
volume darah total : Pria:42-50% 
                              Wanita:38-47%
Volume korpuskuler rata-rata Perkiraan volume sel darah merah 86-98 mikrometer³
Hitung sel darah putih Jumlah sel darah putih dalam volume darah tertentu 4.500-10.500/mikroL
Hitung sel darah putih diferensiasi Persentase jenis sel darah putih tertentu Neutrofil bersegmen:34-75% Neutrofil pita:0-8% Limfosit:12-50% Monosit:15% Eosinofil:0-5% Basofil:0-3% Hitung trombosit Jumlah trombosit dalam volume darah tertentu : 140.000-450.000/mikroL
 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

desinfektan untuk bakteri

Desinfektan didefinisikan sebagai bahan kimia atau pengaruh fisika yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik seperti bakteri dan virus, juga untuk membunuh atau menurunkan jumlah mikroorganisme atau kuman penyakit lainnya. Sedangkan antiseptik didefinisikan sebagai bahan kimia yang dapat menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik seperti bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Bahan desinfektan dapat digunakan untuk proses desinfeksi tangan, lantai, ruangan, peralatan dan pakaian.

Pada dasarnya ada persamaan jenis bahan kimia yang digunakan sebagai antiseptik dan desinfektan. Tetapi tidak semua bahan desinfektan adalah bahan antiseptik karena adanya batasan dalam penggunaan antiseptik. Antiseptik tersebut harus memiliki sifat tidak merusak jaringan tubuh atau tidak bersifat keras. Terkadang penambahan bahan desinfektan juga dijadikan sebagai salah satu cara dalam proses sterilisasi, yaitu proses pembebasan kuman. Tetapi pada kenyataannya tidak semua bahan desinfektan dapat berfungsi sebagai bahan dalam proses sterilisasi.
Bahan kimia tertentu merupakan zat aktif dalam proses desinfeksi dan sangat menentukan efektivitas dan fungsi serta target mikroorganime yang akan dimatikan. Dalam proses desinfeksi sebenarnya dikenal dua cara, cara fisik (pemanasan) dan cara kimia (penambahan bahan kimia). Dalam tulisan ini hanya difokuskan kepada cara kimia, khususnya jenis-jenis bahan kimia yang digunakan serta aplikasinya.
Banyak bahan kimia yang dapat berfungsi sebagai desinfektan, tetapi umumnya dikelompokkan ke dalam golongan aldehid atau golongan pereduksi, yaitu bahan kimia yang mengandung gugus -COH; golongan alkohol, yaitu senyawa kimia yang mengandung gugus -OH; golongan halogen atau senyawa terhalogenasi, yaitu senyawa kimia golongan halogen atau yang mengandung gugus -X; golongan fenol dan fenol terhalogenasi, golongan garam amonium kuarterner, golongan pengoksidasi, dan golongan biguanida.
Telah dilakukan perbandingan koefisien fenol turunan aldehid (formalin dan glutaraldehid) dan halogen (iodium dan hipoklorit) terhadap mikroorganisme Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi yang resisten terhadap ampisilin dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan dari disinfektan turunan aldehid dan halogen yang dibandingkan dengan fenol dengan metode uji koefisien fenol . Fenol digunakan sebagai kontrol positif, aquadest sebagai kontrol negatif dan larutan aldehid dan halogen dalam pengenceran 1 : 100 sampai 1 : 500 dicampur dengan suspensi bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhi resisten ampisilin yang telah diinokulum, keburaman pada tabung pengenceran menandakan bakteri masih dapat tumbuh. Nilai koefisien fenol dihitung dengan cara membandingkan aktivitas suatu larutan fenol dengan pengenceran tertentu yang sedang diuji. Hasil dari uji koefisien fenol menunjukan bahwa disinfektan turunan aldehid dan halogen lebih efektif membunuh bakteri Staphylococcus aureus dengan nilai koefisien fenol 3,57 ; 5,71 ; 2,14 ; 2,14 berturut-turut untuk formalin, glutaraldehid, iodium dan hipoklorit, begitu juga dengan bakteri Salmonella typhi, disinfektan aldehid dan halogen masih lebih efektif dengan nilai koefisien fenol 1,81 ; 2,72 ; 2,27 dan 2,27 berturut-turut untuk formalin, glutaraldehid, iodium dan hipoklorit.
Disinfeksi dan antiseptik
Desinfeksi adalah membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terjadi infeksi dengan jalam membunuh mikroorganisme patogen. Disinfektan yang tidak berbahaya bagi permukaan tubuh dapat digunakan dan bahan ini dinamakan antiseptik.
Antiseptik adalah zat yang dapat menghambat atau menghancurkan mikroorganisme pada jaringan hidup, sedang desinfeksi digunakan pada benda mati. Desinfektan dapat pula digunakan sebagai antiseptik atau sebaliknya tergantung dari toksisitasnya.
Sebelum dilakukan desinfeksi, penting untuk membersihkan alat-alat tersebut dari debris organik dan bahan-bahan berminyak karena dapat menghambat proses disinfeksi.
Macam-macam desinfektan yang digunakan:

  1. Alkohol
    Etil alkohol atau propil alkohol pada air digunakan untuk mendesinfeksi kulit. Alkohol yang dicampur dengan aldehid digunakan dalam bidang kedokteran gigi unguk mendesinfeksi permukaan, namun ADA tidak menganjurkkan pemakaian alkohol untuk mendesinfeksi permukaan oleh karena cepat menguap tanpa meninggalkan efek sisa.
  2. Aldehid
    Glutaraldehid merupakan salah satu desinfektan yang populer pada kedokteran gigi, baik tunggal maupun dalam bentuk kombinasi. Aldehid merupakan desinfektan yang kuat. Glutaraldehid 2% dapat dipakai untuk mendesinfeksi alat-alat yang tidak dapat disterilkan, diulas dengan kasa steril kemudian diulas kembali dengan kasa steril yang dibasahi dengan akuades, karena glutaraldehid yang tersisa pada instrumen dapat mengiritasi kulit/mukosa, operator harus memakai masker, kacamata pelindung dan sarung tangan heavy duty. Larutan glutaraldehid 2% efektif terhadap bakteri vegetatif seperti M. tuberculosis, fungi, dan virus akan mati dalam waktu 10-20 menit, sedang spora baru alan mati setelah 10 jam.
  3. Biguanid
    Klorheksidin merupakan contoh dari biguanid yang digunakan secara luas dalam bidang kedokteran gigi sebagai antiseptik dan kontrok plak, misalnya 0,4% larutan pada detergen digunakan pada surgical scrub (Hibiscrub), 0,2% klorheksidin glukonat pada larutan air digunakan sebagai bahan antiplak (Corsodyl) dan pada konsentrasi lebih tinggi 2% digunakan sebagai desinfeksi geligi tiruan. Zat ini sangat aktif terhadap bakteri Gram(+) maupun Gram(-). Efektivitasnya pada rongga mulut terutama disebabkan oleh absorpsinya pada hidroksiapatit dan salivary mucus.
  4. Senyawa halogen. Hipoklorit dan povidon-iodin adalah zat oksidasi dan melepaskan ion halide. Walaupun murah dan efektif, zat ini dapat menyebabkan karat pada logam dan cepat diinaktifkan oleh bahan organik (misalnya Chloros, Domestos, dan Betadine).
  5. Fenol
    Larutan jernih, tidak mengiritasi kulit dan dapat digunakan untuk membersihkan alat yang terkontaminasi oleh karena tidak dapat dirusak oleh zat organik. Zat ini bersifat virusidal dan sporosidal yang lemah. Namun karena sebagian besar bakteri dapat dibunuh oleh zat ini, banyak digunakan di rumah sakit dan laboratorium.
  6. Klorsilenol
    Klorsilenol merupakan larutan yang tidak mengiritasi dan banyak digunakan sebagai antiseptik, aktifitasnya rendah terhadap banyak bakteri dan penggunaannya terbatas sebagai desinfektan (misalnya Dettol).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS